

Market Analysis
Harga Emas Hari Ini Selasa 21 Oktober di Pasar Spot, Dekati Level ATH

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas kembali merangkak naik mendekati rekor tertinggi yang dicapai sesi sebelumnya, didorong aksi beli saat harga terkoreksi di akhir pekan lalu.
Melansir Bloomberg, Selasa (21/10/2025), harga logam mulia ini diperdagangkan di sekitar US$4.365 per troy ounce atau sekitar Rp2,31 juta per gram, setelah sempat melesat hingga 3,1% ke level US$4.381,52 (Rp2,32 juta per gram).
Lonjakan tersebut terjadi meski tensi dagang AS-China mulai mereda dan wacana pembukaan kembali pemerintahan AS menguat. Meski demikian, sejumlah indikator teknikal—termasuk Relative Strength Index—menunjukkan reli yang dimulai sejak Agustus kini kian memasuki wilayah jenuh beli.
Pada awal pekan, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun setelah muncul tanda-tanda surplus minyak yang menenangkan kekhawatiran inflasi, jelang rilis data inflasi AS (CPI) September pada Jumat mendatang.
Penutupan pemerintah federal sejak 1 Oktober membuat pelaku pasar semakin bergantung pada data ekonomi alternatif dan publik. Penurunan yield biasanya memperkuat daya tarik emas yang tidak memberikan bunga.
Pelaku pasar juga mencermati dinamika terbaru hubungan AS-China. Presiden Donald Trump menyatakan hubungan dengan Beijing “akan baik-baik saja” menjelang pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping pekan depan. Namun, ia kembali menegaskan ancaman kenaikan tarif pada 1 November jika tidak tercapai kesepakatan.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett, menyebut penutupan pemerintah berpotensi berakhir pekan ini.
Sepanjang 2025, emas mencatat reli luar biasa, sembilan pekan tanpa jeda, dengan kenaikan harga lebih dari 65%. Penguatan ini ditopang pembelian besar-besaran oleh bank sentral, lonjakan arus dana ke ETF, serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai akibat gejolak geopolitik, tekanan fiskal, dan kekhawatiran terhadap independensi The Fed.
Perak bahkan tampil lebih agresif, melesat lebih dari 80% tahun ini. Selain faktor makro serupa emas, reli perak turut diperkuat krisis pasokan historis di pasar London.
Harga acuan perak di London kini berada di atas kontrak berjangka New York, memicu pengiriman logam mulia tersebut ke Inggris demi meredakan kelangkaan. Selisih harga masih sekitar US$1 per ounce, jauh menyempit dari US$3 pekan lalu.
