

Market Analysis
Wall Street Bangkit, Emas Pecah Rekor di Tengah Harapan Redanya Perang Dagang

Wall Street melonjak tajam pada awal pekan, dipimpin reli saham teknologi seperti Broadcom yang naik hampir 10% setelah bermitra dengan OpenAI, seiring meredanya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok menyusul nada damai dari Presiden Donald Trump dan rencana pertemuannya dengan Xi Jinping. Sentimen positif ini juga mendorong harga minyak dan menstabilkan dolar AS, sementara emas mencetak rekor baru di atas $4.100 per ons karena prospek penurunan suku bunga dan meningkatnya permintaan aset aman. Meski risiko masih ada dari ancaman tarif dan kontrol ekspor baru, optimisme pasar kembali tumbuh karena peluang perbaikan hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia.
Calendar:
Setelah berhasil mencetak All Time High baru di atas kisaran $4375, Emas mengalami tekanan jual moderat menjelang penutupan sesi perdagangan akhir pekan lalu, menyusul sentiment risk-on yang menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan pelonggaran dalam negosiasi perdagangan dengan Tiongkok.
Pada hari Jumat lalu Presiden AS, Donald Trump memberikan indikasi bahwa tarif tinggi yang dikenakan pada barang-barang Tiongkok tidak akan berlaku dalam jangka panjang, menandakan potensi pergeseran dalam hubungan perdagangan AS-Tiongkok menjelang pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Dalam kesempatan wawancara dengan Fox Business, Trump menyampaikan bahwa “ini tidak akan berkelanjutan, dimana meskipun hal ini bias dipertahankan, namun mereka memaksa saya untuk melakukan hal tersebut”, saat ditanya apakah tingkat tarif saat ini dapat dipertahankan.
Trump mengungkapkan bahwa ia akan bertemu dengan Xi di Korea Selatan dalam dua minggu, yang mengindikasikan bahwa pertemuan tersebut dapat mengarah pada negosiasi perdagangan. "Saya pikir kita akan baik-baik saja dengan Tiongkok," ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Secara keseluruhan berita ini telah meningkatkan sentiment secara umum, yang merugikan Logam Mulia sebagai asset safe haven Akan tetapi pergerakan harga Emas telah mencatat kenaikan lebih dari 5% selama pekan lalu, dan menguat selama Sembilan pekan secara berturut-turut, sekaligus memecahkan rekor dalam lima sesi perdagangannya secara beruntun
Para pedagangn masih memperkirakan bahwa Federal Reserve masih akan melanjutkan agenda penurunan suku bunganya di pertemuan bulan Oktober ini, seiring data ekonomi AS yang terus menunjukkan penurunan inflasi dan perlambatan pertumbuhan tenaga kerja.
Ketua The Fed Jerome Powell mengadopsi nada yang lebih dovish, menandai risiko penurunan di pasar tenaga kerja dan mengisyaratkan bahwa bank sentral akan tetap bergantung pada data dan melanjutkan kebijakan berdasarkan "pertemuan demi pertemuan".
Pada hari Kamis pekan lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk mengadakan pertemuan yang dijadwalkan dalam dua pekan kedepan di Hongaria, guna membahas kelanjutan pembicaraan untuk mengakhiri krisis di Ukraina
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri, setidaknya untuk sementara, pertempuran di Gaza antara Israel dan Hamas.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menuju Gedung Putih pada hari Jumat untuk mendorong lebih banyak dukungan militer, termasuk rudal jarak jauh Tomahawk buatan AS, sementara Washington menekan India dan Tiongkok untuk berhenti membeli minyak Rusia.
Penurunan minggu ini juga sebagian disebabkan oleh meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok, yang menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan penurunan permintaan energi.
Sebelumnya dilaporkan pada Jumat pekan lalu, telah terjadi kebakaran di kilang minyak milik BP Plc di Whiting Indiana, namun kebakaran ini diperkirakan hanya akan berimbas pada pasar Midwest, menurut analis senior di Price Futures Group Phil Flynn.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan akan terjadi kelebihan pasokan yang semakin besar pada tahun 2026, yang membatasi harga minyak mentah. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada hari Kamis bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 3,5 juta barel pekan lalu, menjadi 423,8 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 288.000 barel.
Peningkatan persediaan minyak mentah yang lebih besar dari perkiraan sebagian besar disebabkan oleh penurunan utilisasi kilang karena kilang memasuki masa pemulihan di musim gugur. Data tersebut juga menunjukkan peningkatan produksi AS menjadi 13,636 juta barel per hari, persediaan tertinggi yang pernah tercatat.
Seiichi Shimizu, selaku asisten gubernur bank sentral mengatakan bahwa Bank of Japan harus berhati-hati ketika menormalkan kebijakan moneter karena ketidakpastian tentang bagaimana perekonomian akan bereaksi terhadap lingkungan baru dengan suku bunga positif
Lebih lanjut beliau menilai bahwa meskipun banyak negara maju memiliki ekspektasi inflasi jangka panjang yang tertambat pada target 2% bank sentral mereka, namun situasi di Jepang berbeda karena ekspektasi inflasi dan inflasi dasar tetap lebih rendah
Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato mengatakan pada hari Jumat bahwa otoritas harus memantau risiko dan mewaspadai volatilitas nilai tukar yang berlebihan yang dapat merugikan perekonomian.
"Prospek ekonomi global tidak pasti karena langkah-langkah perdagangan dan ketegangan geopolitik, yang membatasi perilaku bisnis dan konsumen," kata Kato dalam pernyataannya kepada Komite Moneter dan Keuangan Internasional.
Bank sentral Jepang mengakhiri program stimulus besar-besaran yang telah berlangsung selama satu dekade tahun lalu dan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,5% pada bulan Januari dengan keyakinan bahwa negara tersebut berada di ambang pencapaian target inflasi 2% yang berkelanjutan.
Langkah-langkah ini menandai penarikan historis dari eksperimen moneter radikal yang diterapkan pada tahun 2013 untuk menarik Jepang keluar dari stagnasi dan deflasi ekonomi selama beberapa dekade.
EUR/USD turun 0,46% karena kekacauan di Prancis diprakirakan akan berlanjut meskipun ada upaya dari Perdana Menteri yang diangkat kembali, Sebastien Lecornu. Laporan di media Prancis mengatakan bahwa pemerintah akan menyajikan anggaran yang bertujuan untuk mengurangi defisit menjadi 4,7% pada akhir 2026. Agenda akan menampilkan data inflasi Jerman dan pernyataan oleh pejabat ECB, Mario Cipollone.
Para investor tetap berhati-hati setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengangkat kembali Sébastien Lecornu sebagai Perdana Menteri dan mengungkapkan kabinet baru selama akhir pekan, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengembalikan stabilitas setelah berminggu-minggu gejolak politik. Namun, partai konservatif Les Républicains mengeluarkan enam anggota parlemen yang menerima posisi menteri, menandakan adanya perpecahan mendalam dalam lanskap politik Prancis dan menimbulkan keraguan atas kemampuan pemerintah untuk meloloskan anggaran 2026-nya.
Sementara itu, Dolar AS mendapatkan dukungan ringan saat para pedagang mengurangi taruhan ekstrem risk-off setelah Washington dan Beijing menunjukkan kesiapan untuk berdialog. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik kembali di atas 99,00, memulihkan kekuatan yang hilang pada hari Jumat setelah Presiden Donald Trump melunakkan sikapnya terhadap tarif terhadap Tiongkok.
Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat "ingin membantu Tiongkok, bukan menyakitinya," sebuah perubahan nada yang signifikan setelah pengumuman tarif 100% pada impor Tiongkok yang mulai berlaku pada 1 November.
Di Amerika Serikat (AS), penutupan pemerintah sebagian telah memasuki hari ke-13 pada hari Senin, dengan para pembuat undang-undang masih terjebak dalam kebuntuan mengenai langkah pendanaan sementara untuk membuka kembali lembaga-lembaga federal.
Kantor Manajemen dan Anggaran (Office of Management and Budget/OMB) mengatakan pada hari Jumat bahwa pemangkasan staf telah dimulai, karena sebagian besar departemen pemerintah tetap ditutup. Dengan Kongres tidak bersidang karena liburan Hari Columbus, tidak ada pemungutan suara atau negosiasi yang diprakirakan hingga para pembuat undang-undang kembali pada hari Selasa.
Pada saat yang sama, prospek dua penurunan suku bunga lagi oleh Federal Reserve (The Fed) tahun ini dapat membatasi potensi kenaikan Dolar, karena para pedagang mengantisipasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut meskipun inflasi tetap di atas target 2%.
Para pelaku pasar semakin percaya bahwa The Fed akan memberikan penekanan lebih besar pada tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, memperkuat ekspektasi terhadap penurunan suku bunga nanti bulan ini dan sekali lagi pada bulan Desember.
Sejumlah saham AS berhasil mencatat kinerja yang lebih baik di sesi perdagangan Jumat pekan lalu, sehingga mampu membuat indeks Dow Jones berhasil mencatat kenaikan 0.52%, seperti saham American Express Company (NYSE:AXP), yang naik 7,27% atau 23,50 poin dan diperdagangkan pada level 346,62 pada penutupan perdagangan.
Sementara itu, Apple Inc (NASDAQ:AAPL) naik 1,95% atau 4,82 poin dan ditutup pada level 252,27 dan Visa Inc Kelas A (NYSE:V) naik 1,94% atau 6,49 poin ke level 341,89 pada penutupan perdagangan.
Kenaikan ini tidak terlepas dari sentimen yang memberikan dukungan bagi sektor Barang Konsumen, Keuangan, dan Minyak & Gas mendorong penguatan saham.
Sementara indeks Nasdaq juga berhasil mencatat kenaikan 0.52%, yang mendapat dukungan dari kenaikan saham Rani Therapeutics Holdings Inc (NASDAQ:RANI) yang naik 248,27% menjadi 1,64, Artiva Biotherapeutics Inc (NASDAQ:ARTV) yang naik 116,97% menjadi 6,01, dan Kezar Life Sciences Inc (NASDAQ:KZR) yang naik 52,52% menjadi 6,36.
Kekhawatiran atas valuasi dan membengkaknya risiko kredit menyusul ketegangan baru di antara bank-bank regional AS telah mengguncang pasar, tetapi Macquarie mengatakan fundamental yang mendasarinya masih menawarkan alasan untuk optimis.
Namun, Macquarie memperingatkan bahwa pertumbuhan yang sempit dan imbal hasil yang terkonsentrasi membuat siklus saat ini sangat rapuh. "Pertumbuhan sangat sempit dan sangat terbelah," tambahnya, dengan investasi AI meningkat, non-AI menurun, sementara konsumsi didorong oleh 1% teratas meskipun sebagian besar negara "berjalan di jalur yang benar." Kekuatan yang tidak merata itu, ditambah dengan ketidakpastian kebijakan, membuat pasar rentan terhadap guncangan mendadak yang mirip dengan kepanikan SVB.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

