

Market Analysis
Hantam Ekonomi Inggris, Brexit Jadi Contoh Nyata Efek Hambatan Tarif

Warta Ekonomi - Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey memperingatkan dunia untuk tak menghadirkan kebijakan berupa hambatan dagang karena berpotensi menjadi bumerang untuk ekonomi.
Bailey mencontohnya kebijakan dari Brexit. Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh nyata bagi dunia tentang dampak negatif dari meningkatnya hambatan perdagangan dimana dampaknya akan terus membebani pertumbuhan ekonomi dari Inggris.
Baca Juga: Indonesia–EU CEPA Rampung, Ekspor ke Eropa Siap Masuk Tarif Nol Persen
Ia mengatakan, bank sentral telah lama memperkirakan bahwa keputusan tersebut akan menghambat ekspor karena meningkatnya gesekan regulasi, meskipun ada kesepakatan perdagangan bebas tarif dari Inggris-Uni Eropa.
“Jika kita bertanya apa dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, jawabannya adalah untuk jangka menengah, dampaknya negatif. Namun dalam jangka panjang mungkin ada sedikit keseimbangan positif, meskipun tidak sepenuhnya menutupi kerugian awal,” ujar Bailey, dilansir Senin (20/10).
Brexit menurutnya telah menunjukkan bagaimana dunia usaha mampu beradaptasi dengan kondisi perdagangan yang lebih ketat, meski proses tersebut membutuhkan waktu dan tetap menekan laju pertumbuhan.
“Ketika sebuah ekonomi menjadi kurang terbuka, hal itu akan membatasi pertumbuhan. Dalam jangka panjang, perdagangan memang bisa menyesuaikan diri dan pulih, dan tampaknya hal itu yang terjadi. Prinsip yang sama juga berlaku bagi ekonomi global dan kebijakan tarif,” jelas Bailey.
Adapun Office for Budget Responsibility Inggris (OBR) menyebut bahwa langkah itu diperkirakan akan mengurangi tingkat produktivitas jangka panjang nasional sebesar empat persen dibandingkan jika tetap menjadi anggota dari Uni Eropa.
Bailey juga menyoroti tantangan lain bagi ekonomi dari Inggris. Tantangan itu termasuk penuaan populasi dan melambatnya kemajuan teknologi yang berdampak pada peningkatan standar hidup masyarakat.

