

Market Analysis
Laporan The Fed: Ekonomi AS Stagnan, Konsumsi Melemah

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed) melaporkan aktivitas ekonomi AS nyaris tidak berubah dalam beberapa pekan terakhir, sementara tingkat ketenagakerjaan cenderung stabil.
Dalam laporan Beige Book yang dirilis pada Rabu (15/10/2025) waktu setempat, The Fed mencatat belanja konsumen sedikit menurun. Tekanan harga masih berlanjut, dan sejumlah distrik melaporkan kenaikan biaya input yang lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.
“Kenaikan biaya input akibat tarif dilaporkan terjadi di banyak distrik, tetapi besarnya penyesuaian terhadap harga jual akhir bervariasi,” tulis The Fed dalam laporannya dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/10/2025).
Beberapa pelaku usaha memilih menahan harga agar tetap kompetitif, sementara sebagian lainnya meneruskan kenaikan biaya impor ke konsumen.
Laporan tersebut disusun berdasarkan informasi dari 12 bank regional The Fed hingga 6 Oktober dan dikompilasi oleh Federal Reserve Bank of San Francisco. Tiga distrik melaporkan pertumbuhan ekonomi yang ringan hingga moderat, lima distrik tidak mengalami perubahan, dan empat lainnya mencatat sedikit pelemahan.
Prospek ekonomi juga bervariasi antarwilayah. Sejumlah responden memperkirakan permintaan akan meningkat dalam 6–12 bulan mendatang, meskipun ada kekhawatiran bahwa penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) dapat menghambat laju pertumbuhan.
Ketiadaan data ekonomi resmi akibat penutupan pemerintah membuat laporan anekdotal seperti Beige Book menjadi acuan penting bagi pembuat kebijakan. Saat ini, pejabat The Fed masih terbagi soal seberapa jauh suku bunga perlu dipangkas, di tengah inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Ketua The Fed Jerome Powell sebelumnya mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkinan akan memangkas suku bunga lagi pada akhir bulan ini. Dia menilai kondisi ekonomi belum banyak berubah sejak pemangkasan suku bunga terakhir pada September, dan dua kali penurunan tambahan telah diproyeksikan untuk tahun ini.
Investor memperkirakan pemangkasan suku bunga dalam pertemuan kebijakan The Fed pada 28–29 Oktober hampir pasti terjadi, berdasarkan harga kontrak berjangka suku bunga.
Di sebagian besar distrik, lebih banyak perusahaan melaporkan pengurangan tenaga kerja melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) atau tidak mengganti posisi yang kosong. Kondisi tersebut dipicu oleh lemahnya permintaan, ketidakpastian ekonomi, dan investasi dalam teknologi kecerdasan buatan (AI).
Namun, perusahaan yang masih melakukan perekrutan mengaku lebih mudah mendapatkan pekerja dibandingkan sebelumnya, meski beberapa sektor tetap menghadapi kesulitan.
“Pasokan tenaga kerja di sektor perhotelan, pertanian, konstruksi, dan manufaktur dilaporkan masih terbatas di sejumlah distrik akibat perubahan kebijakan imigrasi baru-baru ini,” tulis laporan tersebut.
