

Market Analysis
Harga Emas Terus Melesat, Simak Rekomendasi Analis bagi Emiten Tambang

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah tengah mengevaluasi ketersediaan emas dalam negeri yang masih terbatas, di tengah lonjakan harga emas dunia yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Menurut Analis Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan, harga emas dunia bergerak positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sejumlah faktor yang memengaruhi tren tersebut antara lain pemangkasan suku bunga The Fed, tekanan inflasi Amerika Serikat, hingga isu geopolitik dan dedolarisasi.
“Tren XAU/USD sejauh ini memang positif. Dengan kondisi harga emas dunia yang sudah mencapai level tertinggi, momentum ini bisa dimanfaatkan oleh emiten seperti Antam untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat stok emas,” ujar Nafan kepada Kompas.com pada Kamis (16/10/2025).
Ia menilai, ketika harga emas global menguat, perusahaan tambang emas memiliki peluang memperkuat fundamental.
Nafan menegaskan, permintaan emas yang terus tumbuh secara alami akan menjadi katalis tambahan bagi emiten tambang logam mulia.
Dari sisi teknikal, Mirae Asset mencatat saham Antam masih berada dalam fase uptrend.
Antam disebutnya masih menunjukkan sinyal penguatan dengan pola wave 5 yang masih terbuka.
Kenaikan harga emas dunia menjadi sentimen positif yang bisa mendorong harga saham ini lebih tinggi.
Untuk memperkuat pasokan emas domestik, pemerintah telah meminta PT Freeport Indonesia menjual sebagian hasil produksinya kepada Antam.
Sejak kerja sama berjalan pada awal 2025, Freeport mulai menyalurkan sekitar 9 ton emas batangan, dan jumlahnya ditargetkan mencapai 30 ton per tahun.
Sementara itu, Antam juga tengah melakukan eksplorasi tambahan di wilayah Pongkor, Jawa Barat, guna memperkuat cadangan emas jangka panjang.
Dengan harga emas dunia yang terus menguat dan produksi dalam negeri yang sedang dibenahi, analis menilai kondisi ini menjadi momentum penting bagi Antam untuk memanfaatkan tren kenaikan harga komoditas dan memperkuat kinerja keuangannya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai langkah ini penting untuk memastikan pasokan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tetap terjaga.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, evaluasi dilakukan agar Antam tidak terlalu bergantung pada impor di saat permintaan dalam negeri meningkat.
Salah satu penyebab terbatasnya pasokan emas ialah penghentian operasi PT Freeport Indonesia akibat longsor di tambang bawah tanah Mimika, Papua Tengah.
“Ke depan, kita akan membahas dan mengevaluasi bersama Dirjen Minerba langkah-langkah yang harus dilakukan untuk bisa mengoptimalkan kebutuhan emas Antam,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

