English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Tiga Faktor Utama yang Bikin Dolar AS Melemah Hari Ini

Analisa Forex · 31.9K Views

Tiga Faktor Utama yang Bikin Dolar AS Melemah Hari Ini

Kurs Dolar AS melemah terhadap beragam mata uang mayor lain dalam perdagangan hari Rabu (15/10/2025) karena US government shutdown yang berkepanjangan, sengketa dagang AS-China, serta pernyataan Ketua The Fed yang bernada dovish. Indeks Dolar AS (DXY) sempat meningkat sampai tembus 99.50 pada pekan lalu, tetapi kini terduduk pada kisaran 98.80-an.

Penutupan sebagian kantor pemerintah federal AS (US government shutdown) telah memasuki pekan ketiga. Kendati demikian, kubu Republik dan Demokrat belum juga mencapai kompromi yang dibutuhkan untuk mengakhiri kebuntuan ini.

Presiden AS Donald Trump juga menolak untuk berunding baik-baik dengan Demokrat, melainkan malah mengancam akan menutup program-program pemerintah yang berkaitan dengan partai rivalnya tersebut. Sementara itu, perang dagang AS-China kembali bergelora.

Mulai hari Selasa, Amerika Serikat dan China sama-sama mengenakan bea pelabuhan khusus untuk kapal-kapal satu sama lain. China telah mengetatkan aturan ekspor mineral tanah jarang dan menambahkan sejumlah perusahaan AS ke dalam daftar hitam. AS mengancam akan menaikkan tarif impor atas produk-produk asal China sampai 100%.

Situasi geopolitik seperti ini mengikis minat pasar untuk membeli Dolar AS. Apalagi, proyeksi suku bunga The Fed terus menurun.

Ketua The Fed Jerome Powell kemarin mengungkapkan beberapa polemik yang membelit perekonomian AS. Pertama, perekonomian AS sepertinya “sedikit lebih kuat dari perkiraan”, tetapi rekrutmen karyawan dan PHK tetap lesu. Tingkat inflasi AS tetap tinggi, tetapi faktor pendorongnya cuma kenaikan tarif impor. Dengan kata lain, pertumbuhan di atas kertas tidak benar-benar meluas ke seluruh sektor ekonomi.

Pelaku pasar menganggap pernyataan Powell bernada “dovish”, meskipun ia tidak memberikan petunjuk apa pun mengenai prospek suku bunga ke depan. Powell terus menekankan bahwa keputusan suku bunga akan diambil dengan meninjau data-data ekonomi yang tersedia pada setiap rapat kebijakan.

“(Powell) mengatakan bahwa perekonomian berada pada pijakan yang kokoh, tetapi dia juga mengatakan kita punya kelemahan… Dia sedang mempersiapkan pasar untuk serangkaian penurunan suku bunga, tetapi belum tentu berurutan,” ungkap Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities. “Dia akan memangkas (suku bunga) sebanyak 25 basis poin pada akhir bulan ini, kemudian mereka akan meninjau (kembali).”