English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Naik dan Rekor Terus, Mending Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz · 764.6K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia naik lagi pada perdagangan kemarin. Seperti biasa, rekor baru kembali tercipta.

Pada Selasa (14/10/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.164,5/troy ons. Menguat 0,9% dari hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Harga emas juga resmi menguat tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga bertambah 4,76%.

Dalam sebulan terakhir, harga emas terdongkrak 13,21% secara point-to-point. Sepanjang 2025 (year-to-date), harga meroket 58,72%.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Kabar dari Amerika Serikat (AS) mendorong harga emas. Pelaku pasar merespons pernyataan terbaru dari Jerome ‘Jay’ Powell, Gubernur Federal Reserve.

Dalam acara yang diselenggarakan National Association for Business Economics, Powell menyebut rekrutmen tenaga kerja sedang lemah. Ke depan, bisa saja terjadi perlambatan lebih lanjut.

“Anda dalam posisi di mana perlambatan pembukaan lapangan kerja mungkin akan berdampak ke tingkat pengangguran. Saya rasa kita akan mencapai titik di mana pengangguran akan mulai meningkat,” kata Powell, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa fokus The Fed saat ini adalah pasar tenaga kerja. Pelemahan di pasar tenaga kerja kemungkinan besar akan membuat The Fed melakukan intervensi dengan melonggarkan kebijakan moneter.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% dalam rapat The Fed bulan ini mencapai 97,3%. Pada rapat Desember, rasanya Federal Funds Rate bisa turun lagi ke 3,5-3,75% dengan probabilitas 93,5%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Rabu (15/10/2025)? Apakah akan terjadi kenaikan empat hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas betah di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 84.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun, RSI di atas 70 juga menjadi pertanda bahwa sudah jenuh beli (overbought).

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 70. Menghuni area beli (long) yang sangat kuat.

Sedangkan indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 74. Menunjukkan bahwa volatilitas harga emas sepertinya akan tinggi.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berisiko turun. Maklum, kenaikannya sudah begitu tinggi sehingga emas sangat rentan terserang aksi ambil untung (profit taking).

Cermati pivot point di US$ 4.079/troy ons. Dari sini, harga emas kemungkinan bakal menguji resisten US$ 4.060/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. 

Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.003/troy ons bisa menjadi target selanjutnya. Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.932/troy ons.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 4.187/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga emas ke rentang US$ 4.195-4.273/troy ons.