English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Emas vs Perak: Mana Logam Mulia Terbaik untuk Investasi di 2025?

Kompas.com · 1.3M Views

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Emas sering dianggap sebagai investasi paling aman, tapi perak mulai menarik perhatian karena harganya yang lebih terjangkau. 

Lantas, mana pilihan investasi yang lebih baik, emas atau perak? 

Penjelasan ahli 

Menurut perencana keuangan Andi Nugroho, keduanya sama-sama menguntungkan, tergantung strategi dan tujuan investor.

“Sebenarnya dua-duanya itu menguntungkan. Artinya untuk perkembangan harganya juga itu bersaing,” kata dia kepada Kompas.com, Senin (13/10/2025). 

Menurutnya, harga emas dan perak mengalami fluktuasi, bahkan sering naik akibat kondisi geopolitik, sosial, dan ekonomi. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor global maupun dalam negeri, seperti banyaknya konflik antar negara seperti saat ini. 

“Banyak negara yang kemudian mencari investasi dalam berupa safe haven. Safe haven-nya itu apa? Logam mulia,” ucap Andi. 

Meski bisa dijadikan investasi logam mulia, perak saat ini lebih banyak digunakan oleh sektor industri dan perhiasan yang tidak dipakai langsung. 

“Kalau emas kan bisa jadi cincin, bisa jadi gelang. Kalau perak kan lebih pada perhiasan-perhiasan yang mungkin pajangan rumah tangga seperti itu,” ujar Andi. 

Andi menjelaskan, nilai atau harga emas lebih tinggi dibandingkan perak saat ini. Hal itu juga diimbangi dengan persentase kenaikan harganya yang sama-sama menguntungkan. Namun, perkembangan harga emas lebih cepat daripada perak. 

“Sebagai contoh kan perak itu year to date-nya, dari awal 2025 sampai hari ini perkembangan (harga)-nya sekitar 70 persen ya,” tutur dia. 

“Namun, emas sendiri sebulan terakhir saja itu (kenaikan harga) bisa sampai 10 persen,” imbuhnya. 

Kondisi tersebut juga berpengaruh ketika pemilik melakukan buyback atau aktivitas menjual kembali logam mulia yang sudah dibeli sebelumnya. 

Andi mengingatkan adanya selisih antara harga beli dan jual logam mulia tersebut. Namun, umumnya selisih tersebut tergolong stabil. 

“Selisih antara harga beli maupun jualnya sekitar 10 persen,” terang dia. 

Terkait likuiditas kedua logam mulia tersebut, Andi menyebut emas lebih mudah dicairkan dibandingkan perak. Hal itu dikarenakan jual beli emas lebih mudah ditemui dibandingkan perak, karena lebih banyak peminatnya. 

Namun, keduanya tetap mempunyai tingkat likuiditas yang tinggi atau mudah diperjual-belikan kembali. 

Kendati demikian, harga perak lebih terjangkau dibandingkan emas. 

“Apabila kita memang ingin investasi di logam mulia, namun uang kita enggak cukup untuk beli emas, harus nabung dulu sekian lama, kenapa enggak dialihkan ke perak,” jelas Andi. 

“Karena kalau emas mungkin kita harus nabung dulu 2-3 bulan kemudian baru dapat. Sementara kalau perak, begitu ada dana menganggur itu bisa dibelikan si perak ini,” imbuhnya. 

Menurutnya, persentase kenaikan harga perak berpotensi bisa lebih meningkat, ketika permintaan atau demand-nya semakin tinggi. 

Andi menilai, salah satu kelebihan logam mulia emas dan perak adalah bisa dijadikan investasi jangka pendek, menengah, maupun panjang. 

“Jangka pendek itu berarti sekitar satu tahun, jangka menengah itu 1-3 tahun, jangka panjang di atas tiga tahun,” tutur dia. 

Selain sebagai aset investasi, emas dan perak juga bisa dijadikan sebagai perhiasan untuk menunjang penampilan. 

Tak hanya itu, emas dan perak juga memiliki bentuk yang tidak terlalu besar, sehingga mudah disimpan atau dibawa ke mana-mana. 

Selain mudah diperdagangkan, kedua logam mulia tersebut juga tersedia dalam berbagai ukuran dengan nominal harga beragam. 

Meski mempunyai berbagai kelebihan, investasi logam mulia juga memiliki sejumlah kekurangan. 

“Gampang keselip (kehilangan), gampang kecurian dan juga menjadi incaran tindakan kriminal,” jelas Andi. 

“Jadi kita harus menjaga, merawatnya juga dengan ekstra hati-hati,” sambungnya. 

Namun, perlu diingat bahwa emas dan perak memerlukan biaya tambahan jika dalam bentuk perhiasan. Sebab, akan dikenai biaya peleburan lagi dan pencetakan ulang. 

Kendati demikian, investasi logam mulia lebih aman dibandingkan saham maupun koin kripto. 

"Bila dibandingkan dengan saham dan kripto, tentu logam mulia akan lebih aman karena sifatnya yang konservatif. Sementara saham dan kripto sifatnya yang agresif dan high risk," pungkasnya.