English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Kinerja Saham Oracle Merosot, Wall Street Melandai

Kompas · 137.9K Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street melemah pada perdagangan yang berakhir Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).

Indeks S&P 500 berjuang pada hari Selasa, terhambat oleh penurunan saham Oracle di tengah kekhawatiran investor tentang profitabilitas peluncuran kecerdasan buatan.

Wall Street juga menantikan perkembangan lebih lanjut dari Washington seiring penutupan (shutdown) pemerintah AS yang memasuki minggu kedua.

Indeks pasar luas turun 0,38 persen dan ditutup pada level 6.714,59, mengakhiri kenaikan 7 hari berturut-turut.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite juga turun 0,67 persen dan ditutup pada level 22.788,36.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 91,99 poin atau 0,2 persen dan berakhir pada 46.602,98.

Saham Oracle memimpin penurunan saham teknologi setelah adanya informasi bahwa perusahaan perangkat lunak tersebut menghasilkan margin yang jauh lebih tipis pada bisnis cloud dibandingkan perkiraan analis saat ini.

Seiring dengan itu, perusahaan tersebut mengalami kerugian pada beberapa kesepakatannya untuk penyewaan Nvidia.

Saham Oracle anjlok 2,5 persen, dan Nasdaq mencapai titik terendahnya pada sesi tersebut akibat berita tersebut.

Harapan bahwa pemerintah akan dibuka kembali pupus setelah Senat, untuk kelima kalinya pada hari Senin, gagal meloloskan RUU DPR yang akan mendanai pemerintah hingga 21 November.

Sebagian besar anggota DPR memberikan suara berdasarkan garis partai. Setidaknya delapan anggota Demokrat perlu bergabung dengan Partai Republik untuk memenuhi ambang batas 60 suara yang diperlukan untuk memajukan undang-undang tersebut.

Presiden Donald Trump sekali lagi menyalahkan Partai Demokrat atas penutupan pemerintahan dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Senin malam.

Ketidakpastian seputar penutupan pemerintah mendorong investor untuk melakukan lindung nilai terhadap taruhan yang lebih berisiko dan beralih ke aset safe haven.

Hal ini yang menyebabkan harga emas berjangka naik mencapai 4.000 dollar AS per ons untuk pertama kalinya.

Penutupan pemerintah, yang telah berlangsung hingga hari ketujuh pada hari Selasa, dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi perekonomian AS jika berlarut-larut.

Hal ini tidak hanya menunda rilis data ekonomi penting, tetapi juga berarti bahwa beberapa pekerja, seperti petugas TSA dan pengendali lalu lintas udara, tidak menerima gaji.

Ketidakpastian mengenai kebijakan perdagangan pemerintahan Trump semakin menambah kekhawatiran para investor setelah presiden mengatakan bahwa ia akan membahas tarif impor dari Kanada dengan Perdana Menteri Mark Carney.