

Market Analysis
Investor Pasar Modal Melejit, Waspada Investasi Bodong

Bisnis.com, JAKARTA — Jumlah investor pasar modal Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan ini turut diikuti dengan bertambahnya perusahaan sekuritas, meski tren positif tersebut dibayangi risiko maraknya penawaran investasi ilegal.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah SID mencapai 18.012.665 atau 18,01 juta pada akhir Agustus 2025. Sepanjang tahun 2025, terdapat penambahan 3.141.026 SID baru atau melonjak 21,12% dari posisi akhir 2024 sebanyak 14.871.639 juta investor.
Dari 18,01 juta SID tersebut, lanjutnya, jumlah investor saham telah mencapai 7.558.552 SID dengan sebanyak 1.177.108 SID merupakan investor baru.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hampir setiap bulan mengumumkan daftar entitas tanpa izin yang kerap merugikan masyarakat. Kondisi ini membuat peran sekuritas resmi yang diawasi OJK dan tercatat di BEI semakin krusial.
Saat ini terdapat 92 sekuritas legal yang terdaftar di OJK dan BEI dan melakukan aktivitas transaksi perdagangan di Bursa. Investor mesti waspada dalam menghadapi potensi penipuan yang mengatasnamakan sekuritas tertentu yang sudah terdaftar.
Salah satu sekuritas yang terdaftar PT Tuntun Sekuritas Indonesia, menerangkan penting bagi investor memahami bahwa sekuritas yang ada itu berfungsi sebagai perantara perdagangan atau trading bukan jasa titip investasi yang kerap marak menjadi bagian dari penipuan.
Selain sebagai perantara, Head of Equity Research Tuntun Sekuritas, Vincent Tjoe, menerangkan sekuritas juga biasa mengeluarkan riset rutin mengenai pasar modal Indonesia, baik kondisi pasar maupun riset-riset emitennya.
“Kami percaya riset yang terbuka akan membantu investor ritel bersaing secara sehat dengan institusi besar. Karena itu, riset kami dapat diakses gratis melalui platform digital,” katanya, dikutip Rabu (24/9/2025).
Dalam tiga tahun terakhir, Tuntun memperkuat divisi riset dengan lebih dari 20 analis saham dan 5 analis reksadana. Para analis ini mencakup lebih dari 400 emiten di BEI dan 100 produk reksadana publik.
Dengan pendekatan value investing, tim ini menekankan analisis kualitas manajemen, daya saing berkelanjutan, hingga margin of safety, serta merumuskan kerangka skor kualitas perusahaan hingga rentang harga yang adil sebagai panduan investor.
Bagi investor pemula, panduan ini diharapkan bisa menjadi pegangan praktis untuk menghindari keputusan instan yang berisiko. “Kami ingin membantu investor membuat pilihan yang lebih bijak dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar imbal hasil jangka pendek,” tambah Vincent.
Dengan pertumbuhan investor ritel yang masih solid, kehadiran sekuritas resmi dengan riset kredibel diyakini mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mempersempit ruang gerak investasi bodong di Indonesia. Tuntun Sekuritas juga baru saja meraih penghargaan “Best Stock & Mutual Fund Research” dalam ajang Best Securities & Fund Managers 2025.

