English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Berpeluang Sentuh US$3.850 Troy Ounce di Semester II/2025

Bisnis · 679.4K Views

Bisnis.com, JAKARTA– Harga emas dunia diperkirakan masih akan melanjutkan tren positif pada semester II/2025. 

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai harga emas berpotensi menembus level US$3.850 per troy ounce, dengan harga domestik yang bisa mencapai sekitar Rp2,3 juta per gram. 

Dia  menjelaskan, proyeksi ini didukung kombinasi faktor fundamental dan teknikal, serta meningkatnya permintaan emas batangan di pasar global.

Untuk perdagangan pekan depan, emas diproyeksikan bergerak dalam rentang support US$3.711,33 hingga resistance US$3.814,40 per troy ounce. Sementara pada perdagangan Senin (29/9/2025), harga emas diperkirakan berada di kisaran US$3.720,12–US$3.787,65. “Saya optimis harga emas dunia bisa mencapai US$ 3.850 per troy ounce dan logam mulia di Rp.2.300.000 per gram,” jelasnya dalam keterangan resminya dikutip Senin (29/9/2025).

Menurut Ibrahim, dinamika kebijakan suku bunga Federal Reserve, tensi perang dagang AS, serta eskalasi geopolitik Eropa akan tetap menjadi faktor utama yang menopang minat investor terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Data AS dan Kebijakan Bank Sentral AS Laporan Departemen Perdagangan mengenai indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Agustus menunjukkan inflasi bergerak sesuai harapan. Harga naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya dan 2,7% secara tahunan, sesuai perkiraan konsensus. 

Data juga mencatat pendapatan pribadi dan belanja konsumen tumbuh di atas ekspektasi. PCE merupakan ukuran inflasi favorit The Fed. 

Gubernur Fed Stephen Miran dan Michelle Bowman tetap bersikap dovish, beberapa komentar mereka menunjukkan bahwa mereka menganjurkan pemangkasan suku bunga lebih lanjut karena pasar tenaga kerja "lebih rapuh." Sebaliknya, Jeffrey Schmid dari Fed Kansas City dan Austan Goolsbee dari Fed Chicago bersikap hawkish.

Schmid menyatakan bahwa kebijakan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan ini merupakan langkah yang tepat untuk membatasi pelemahan sektor tenaga kerja, sementara Goolsbee mengatakan yang paling mengkhawatirkan adalah risiko inflasi yang dapat terus meningkat. Meskipun demikian, pasar terus mengantisipasi penurunan suku bunga lagi pada bulan Oktober. 

Perang Dagang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan penerapan tarif baru ke sejumlah barang yang masuk ke negeri itu berlaku mulai 1 oktober 2025 . “Ini menjadi update dari perang dagang yang digaungkan Trump di masa pemerintahan kedua ini,” katanya.

Dalam pengumuman tersebut, Trump secara resmi memberlakukan tarif impor ke barang-barang asing yang masuk AS, yakni produk farmasi, truk besar, hingga perlengkapan renovasi rumah dan furnitur. 

“April lalu, Trump membuat pusing banyak negara setelah mengumumkan penerapan tarif timbal balik (resiprokal) terhadap hampir semua negara mitra dagang AS di seluruh dunia,”katanya.