

Market Analysis
Setelah Nvidia dan SoftbBnk, Intel Bidik Investasi dari Apple

Bisnis.com, JAKARTA – Intel Corp. dikabarkan tengah mendekati Apple Inc. untuk mengamankan investasi, sebagai bagian dari upaya memperkuat bisnis yang kini sebagian dimiliki pemerintah Amerika Serikat.
Berdasarkan seorang sumber yang dikutip dari Bloomberg, Kamis (25/9/2025) Intel dan Apple juga telah membahas peluang kerja sama yang lebih erat.
Namun, sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut mengatakan, pembicaraan masih pada tahap awal dan belum tentu menghasilkan kesepakatan.
Saham Intel naik 6,4% menjadi US$31,22 di New York setelah kabar diskusi tersebut mencuat. Sementara itu, saham Apple turun tipis kurang dari 1% menjadi US$252,31.
Jika terwujud, kesepakatan dengan Apple akan mengikuti langkah Nvidia Corp. yang pekan lalu menanamkan investasi sebesar US$5 miliar di Intel untuk mengembangkan chip komputer pribadi dan pusat data. Sebelumnya, SoftBank Group Corp. juga mengumumkan investasi US$2 miliar di Intel pada bulan lalu.
Intel disebut juga tengah menjajaki peluang investasi dan kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain. Adapun, Intel dan Apple menolak berkomentar terkait kabar ini.
Bagi Intel, Apple adalah pelanggan lama yang sejak lima tahun lalu beralih ke prosesor buatan sendiri. Walaupun kecil kemungkinan Apple kembali menggunakan prosesor Intel di perangkatnya, potensi investasi akan menjadi validasi penting bagi upaya kebangkitan Intel.
Saat ini, chip tercanggih Apple diproduksi oleh mitra Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).
CEO Intel Lip-Bu Tan tengah berupaya membangkitkan kembali kejayaan perusahaan dengan dukungan pemerintah AS.
Pada Agustus lalu, pemerintahan Trump menengahi kesepakatan tidak lazim yang membuat AS mengakuisisi sekitar 10% saham Intel. Langkah itu dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat produksi semikonduktor domestik.
Meski mendapat sokongan dana, tantangan Intel tetap besar. Perusahaan berbasis di Santa Clara, California, itu kehilangan keunggulan teknologi yang dulu dimilikinya dan pangsa pasar terus tergerus pesaing seperti Advanced Micro Devices Inc.
Selain itu, Intel gagal memanfaatkan lonjakan permintaan peralatan kecerdasan buatan yang dikuasai Nvidia.
Kini, Intel hanya membukukan sebagian kecil penjualan dan kapitalisasi pasar dibandingkan Nvidia. Perusahaan juga memangkas tenaga kerja serta menunda ekspansi pabrik demi menekan biaya.
Namun, sentimen investor mulai berbalik positif sejak masuknya dana pemerintah. Saham Intel tercatat melesat lebih dari 50% sejak awal Agustus.
Di sisi lain, Apple juga berusaha menunjukkan komitmennya untuk memperluas investasi di AS, meski sebagian besar produksinya tetap berada di luar negeri.
Dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Agustus lalu, Apple mengumumkan rencana menggelontorkan US$600 miliar untuk inisiatif domestik dalam empat tahun, meningkat dari janji sebelumnya sebesar US$500 miliar.
Proyek utama dari ekspansi tersebut adalah investasi US$2,5 miliar di Corning Inc., pemasok kaca jangka panjang Apple.
Dalam sebuah wawancara, CEO Apple Tim Cook mengatakan investasi besar ini diharapkan dapat mendorong perusahaan lain menambah kapasitas produksi di AS dan menciptakan efek domino.

