

Market Analysis
Emas Pecah Rekor Lagi, Tembus US$3.714 per Troy Ounces

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global kembali pecah rekor baru di atas US$3.700 per troy ounces didorong oleh optimisme kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, emas spot naik 28,83 poin atau 0,78% ke level US$3.714,13 pada hari ini, Senin (22/9/2025), hingga pukul 14.42 WIB. Level itu merupakan rekor tertinggi harga bullion melampaui level harga tertinggi setelah The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin pada Rabu, 17 September 2025.
Langkah The Fed menurunkan Fed Fund Rate untuk kali pertama sejak Desember 2024 disebut mengindikasikan iklim suku bunga acuan rendah yang menguntungkan prospek logam mulia.
Soni Kumari, commodity strategist di ANZ Group Holdings Ltd., menyampaikan emas secara teknikal cukup kuat dengan ekspektasi suku bunga acuan dipangkas lebih lanjut.
"Level resistance emas telah ditembus di level US$3.708 per troy ounce. Hal itu membuka ruang kenaikan harga emas lebih tinggi," katanya seperti dilansir Bloomberg, Senin (22/9/2025).
Para trader akan mencermati data yang akan datang minggu ini, termasuk data aktivitas di Eropa dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi di AS yang akan dirilis Jumat (19/9/2025).
Ukuran inflasi acuan yang disukai The Fed kemungkinan tumbuh lebih lambat bulan lalu, yang akan memperkuat argumen untuk penurunan suku bunga. Selain itu, Powell juga dijadwalkan untuk berbicara tentang prospek ekonomi pada Selasa.
Pasar memperkirakan The Fed akan kembali menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali penurunan suku bunga lagi tahun ini. Prospek pelonggaran moneter lebih lanjut dari The Fed menjadi katalis utama lonjakan harga emas batangan lebih dari 40% tahun ini.
Harga emas juga didukung oleh permintaan aset safe haven akibat kekhawatiran atas konflik geopolitik dan dampak tarif Presiden AS Donald Trump terhadap ekonomi global, serta peningkatan pembelian dan kepemilikan bank sentral dalam exchange traded fund (ETF).
