English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat, 19 September 2025

Bisnis · 19.1K Views

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kemarin ditutup melemah ke level Rp16.527. Kondisi ini mencerminkan rupiah longsor 0,55% secara harian alias 90 basis poin. Nilai tukar rupiah ke depan diperkirakan masih akan tertekan. 

Brendan McKenna, Ahli Pasar Berkembang dari Wells Fargo Securities LLC menyebut penguatan dolar yang terwujud pasca-FOMC bersifat luas. Dia memperkirakan seluruh mata uang Asia akan tertekan kecuali ada sinyal baru dari The Fed.

Dia menyebut sinyal The Fed yang disampaikan ketuanya menunjukkan bahwa pemotongan bunga lanjutan akan lebih berat dari yang diharapkan. Kondisi ini akan menekan terutama won Korea, rupiah Indonesia dan mungkin pada tingkat yang lebih rendah, peso Filipina.

"Mengingat arah bauran kebijakan terbaru di Indonesia, rupiah mungkin yang paling sensitif," katanya dikutip dari Bloomberg, Jumat (19/9/2025).

Sebelumnya Bank Indonesia telah mengumumkan penurunan suku bunga acuan menjadi 4,75%. Pemangkasan ini demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

Saat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya YS juga menekankan kepada para wartawan bahwa ia akan menjaga kehati-hatian dengan menjaga defisit anggaran di bawah batas aman 3% tahun depan walau memberi sinyal akan ada kenaikan.

Sebuah batasan yang telah diamati para ekonom seiring upaya Prabowo untuk meningkatkan pertumbuhan di negara dengan ekonomi terbesar di kawasan ini. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.

APBN Indonesia akan meningkat menjadi Rp3.842,7 triliun (US$233,8 miliar) pada 2026, naik dari Rp3.786,5 triliun dalam RAPBN 2026. Pendapatan negara akan ditetapkan sedikit lebih tinggi, yaitu Rp3.153,6 triliun, naik dari Rp3.147,7 triliun.

Imbal hasil acuan 10 tahun sedikit berubah setelah menghapus semua penurunan sebelumnya, sementara imbal hasil obligasi pemerintah 5 tahun masih turun. Rupiah ditutup melemah 0,5% di level 16.505 per dolar, level penutupan terlemah sejak pertengahan Mei.

"Defisit yang lebih tinggi bukan pertanda baik bagi sentimen, tetapi dampaknya kemungkinan akan terbatas mengingat defisitnya masih di bawah batas 3% dan secara keseluruhan lebih rendah dari proyeksi defisit 2,78% untuk tahun 2025," kata Wee Khoon Chong, ahli strategi pasar APAC di BNY Mellon di Hong Kong.