

Market Analysis
Wall Street Menguat, Saham Berkapitalisasi Kecil Cetak Rekor di Tengah Penurunan Suku Bunga Acuan
NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street menguat pada perdagangan yang berakhir Kamis sore waktu setempat (Jumat pagi WIB).
Pasar saham AS ditutup pada rekor tertinggi pada hari Kamis, dengan ekuitas yang lebih kecil mengalami peningkatan terbesar.
Hal ini lantaran Federal Reserve memberi sinyal minggu ini bahwa pihaknya akan memulai jalur pelonggaran suku bunga, menyegarkan kembali investor, dan meningkatkan harapan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,48 persen pada level 6.631,96.
Kemudian, indeks Nasdaq Composite naik 0,94 persen dan ditutup pada level 22.470,73.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 124 poin atau 0,27 persen dan ditutup pada 46.142,42.
Tiap indeks utama AS mencetak titik tertinggi intraday sepanjang masa pada hari Kamis, atau hanya sehari setelah saham mengalami sesi perdagangan yang fluktuatif pada perdagangan Rabu menyusul pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 menguat 2,4 persen dan mencapai rekor intraday. Indeks acuan terakhir kali mencapai penutupan tertinggi sepanjang masa pada November 2021.
Perusahaan dengan kapitalisasi lebih kecil cenderung diuntungkan oleh suku bunga yang lebih rendah karena mereka seringkali lebih bergantung pada pendanaan eksternal untuk operasional dan pertumbuhan mereka dibandingkan dengan perusahaan besar yang kaya akan kas.
Selain itu, saham-saham tersebut lebih terhubung dengan siklus ekonomi dibandingkan saham Big Tech yang mengikuti tren AI.
Namun, saham sejumlah perusahaan teknologi besar juga menjadi bagian dari reli hari Kamis.
Saham Intel melonjak 22,8 persen setelah Nvidia mengatakan akan berinvestasi 5 miliar dollar AS di perusahaan pembuat chip tersebut untuk bersama-sama mengembangkan pusat data dan chip PC. Ini adalah hari terbaik Intel dalam hampir 38 tahun. Saham Nvidia melonjak 3,5 persen.
Kenaikan ini menyusul perdagangan yang fluktuatif pada hari Rabu setelah The Fed, seperti yang diantisipasi, memangkas suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase.
Bank sentral memperkirakan dua kenaikan lagi tahun ini, mendorong investor yang berharap The Fed akan terus mempertahankan suku bunga yang lebih longgar.
Para pedagang mengabaikan pernyataan Ketua Jerome Powell bahwa pemangkasan tersebut merupakan bagian dari manajemen risiko dan berasumsi bahwa The Fed akan lebih fokus pada pemulihan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi.
Kenaikan pada hari Kamis menempatkan indeks acuan utama di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan yang solid.
Indeks S&P 500 naik 0,7 persen sepanjang minggu ini, mendekati kenaikan mingguan keenamnya dalam tujuh minggu terakhir. Sementara itu, indeks Dow Jones yang terdiri dari 30 saham naik hampir 0,7 persen minggu ini, sementara Nasdaq naik 1,5 persen.
Russell 2000 juga merupakan indeks dengan kenaikan terbesar dalam basis mingguan, dengan target kenaikan hampir 3 persen.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini