English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

The Fed Pangkas Bunga, Harga Emas Global Bisa Capai US$4.000

Bisnis. · 644.1K Views

Bisnis.com, JAKARTA – Pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) pada Rabu (17/9/2025) waktu setempat, disertai meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, Eropa, dan Asia, mendorong emas kembali menjadi aset lindung nilai utama.

Sejumlah analis memperkirakan harga emas dunia berpeluang menembus level US$4.000 per troy ounce dalam beberapa waktu ke depan.

Financial Analyst Finex, Brahmantya Himawan, menyebut kondisi tersebut menegaskan kembali relevansi emas dalam portofolio investasi.

“Pemangkasan suku bunga The Fed menekan imbal hasil riil sehingga opportunity cost memegang emas semakin rendah. Dalam sejarah, periode suku bunga riil rendah hingga negatif selalu beriringan dengan reli harga emas,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Sejak pandemi Covid-19, emas konsisten dipandang sebagai instrumen lindung nilai paling solid. Kombinasi suku bunga riil rendah, inflasi yang tetap tinggi, dan risiko geopolitik global memperkuat sentimen positif terhadap logam mulia tersebut.

Selain faktor makroekonomi, momentum emas juga ditopang tingginya permintaan dari bank sentral negara berkembang, lonjakan investasi ritel, serta arus modal ke reksa dana berbasis emas (exchange traded fund/ETF).

Secara teknikal, harga emas (XAUUSD) diperkirakan berpotensi menembus level resistance di kisaran 3.750 hingga 4.000 dollar AS.

Brahmantya menambahkan, investor ritel bisa memanfaatkan volatilitas emas, baik untuk strategi jangka pendek maupun jangka panjang.

“Strategi seperti disiplin dengan stop loss, profit taking bertahap, dan penggunaan metode Dollar-Cost Averaging (DCA) dapat menjadi kunci untuk menghadapi dinamika pasar saat ini,” kata dia.