English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Mau Masa Tua Nyaman? Dana Pensiun Ideal di RI Naik, Perlu Siapkan Rp10 Miliar

Bisnis · 49.6K Views

Bisnis.com, JAKARTA – Dana pensiun ideal di Indonesia terus meningkat. Riset terbaru PT Bank HSBC Indonesia memperkirakan, butuh sekitar US$656.000 atau setara Rp10,77 miliar bagi masyarakat Indonesia untuk dapat menikmati masa pensiun yang aman dan nyaman.

Dalam laporan bertajuk HSBC Affluent Investor Snapshot 2025 mengungkap jumlah tabungan rata-rata yang dibutuhkan untuk masa pensiun yang nyaman dan aman di Indonesia sebesar US$656.000, naik 47,08% secara tahunan (year on year/YoY) dari tahun lalu sebesar US$446.000 atau setara Rp7,32 miliar.

Secara global, proyeksi dana pensiun juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya US$780.000 atau setara Rp12,81 miliar pada 2024 menjadi US$1,05 juta atau setara Rp17,23 miliar.

Mengingat perkiraan dana pensiun yang meningkat signifikan, Head of Networks Sales and Distribution HSBC Indonesia Sumirat Gandapraja mengingatkan pentingnya untuk mempersiapkan dana pensiun lebih awal. 

Kendati begitu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui berapa kebutuhan dana pensiun yang dibutuhkan, sesuai dengan gaya hidupnya.

“Pensiun itu yang paling penting kita tahu dulu perlunya berapa,” kata Sumirat dalam media briefing HSBC Indonesia, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (16/9/2025).

Dia mencontohkan, saat ini, X yang berusia antara 30-35 tahun berencana untuk pensiun pada usia 55 tahun. Per bulannya, X dapat menyisihkan sekitar Rp50 juta pendapatannya. Adapun, X menargetkan dana pensiun sebesar Rp35,8 miliar dengan asumsi inflasi 5,4%.

“Itu tugas kami memberi tahu berapa besar kebutuhannya dan kemudian yuk, mulai dari sekarang bagaimana kita mengelolanya sehingga ujungnya sampai [target dana pensiun],” tuturnya.

Adapun, mempersiapkan pensiun masuk dalam tiga besar tujuan finansial investor affluent di Indonesia. Posisi pertama, ditempati oleh tabungan untuk liburan/leisure sebesar 43%, diikuti mempersiapkan pensiun 41%, dan meraih kekayaan untuk keamanan finansial sebesar 41%.