

Market Analysis
Trump Siap Umumkan Kesepakatan Ekonomi US$10 Miliar saat Kunjungi Inggris

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan ekonomi senilai lebih dari US$10 miliar dalam kunjungan ke Inggris pekan ini, mencakup kerja sama teknologi, pertahanan, hingga keuangan.
Menurut pejabat senior AS yang dikutip dari Bloomberg pada Selasa (16/9/2025), salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah kerja sama sains dan teknologi yang akan mencakup investasi baru bernilai miliaran dolar.
Trump bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga dijadwalkan meluncurkan perjanjian kerja sama teknologi pertahanan serta inisiatif memperkuat koneksi antara pusat keuangan utama di kedua negara.
Kesepakatan-kesepakatan itu akan diumumkan, setidaknya sebagian, dalam jamuan bisnis yang dipimpin Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves dan dihadiri Trump serta Starmer.
Sejumlah eksekutif teknologi top AS, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO OpenAI Sam Altman, juga dijadwalkan mengikuti forum meja bundar pada Kamis (18/9/2025) di Chequers, kediaman resmi perdana menteri Inggris.
Selain itu, AS dan Inggris sebelumnya telah mengumumkan rencana penandatanganan perjanjian pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir bersama. Perjanjian itu memungkinkan kedua negara menggunakan penilaian keselamatan masing-masing atas desain reaktor untuk mempercepat proses persetujuan.
Meski ada kemajuan di sejumlah bidang, pejabat AS menyebutkan pengumuman pekan ini kemungkinan tidak akan mencakup pemotongan tarif AS atas wiski Scotch, yang menjadi salah satu fokus lobi Starmer.
Washington juga diperkirakan belum akan menyelesaikan keberatan lama Trump atas upaya London mengatur perusahaan teknologi besar AS seperti Apple dan Alphabet terkait dominasi ponsel pintar.
Pejabat AS juga menghindari pertanyaan apakah Trump akan menyinggung Undang-Undang Keamanan Online Inggris yang memberi pemerintah kewenangan luas mengatur konten internet yang dianggap ilegal atau berbahaya bagi anak-anak. Regulasi tersebut menuai kritik dari kalangan konservatif AS karena dinilai membatasi kebebasan berpendapat.
Delegasi AS yang mendampingi Trump ke Inggris antara lain Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, utusan khusus Steve Witkoff, Duta Besar AS untuk Inggris Warren Stephens,
Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles, serta sejumlah pejabat senior lainnya. Ibu Negara Melania Trump juga turut hadir dalam lawatan tersebut.

