English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

3 Komoditas Topang Ekspor Naik 9,8% Juli 2A025: CPO, Mesin & Emas

Bloomberg Technoz · 69.6K Views

17567794415984901456125635717757.jpg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Juli 2025 sebesar US$24,75 miliar atau naik 9,86% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai ekspor migas pada Juli 2025 tercatat senilai US$940 juta atau merosot 34,13%. Sementara itu, nilai ekspor non-migas tercatat naik 12,83% dengan nilai US$23,81 miliar.

"Peningkatan nilai ekspor Juli 2025 ini secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas, yaitu untuk komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang naik 82,72% dengan andil sebesar 7,08%," kata Pudji dalam konferensi pers, Senin (1/9/2025).

Kemudian, komoditas mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya naik sebesar 69,02% dengan andil 1,76%. Berikutnya, logam mulia dan perhiasan naik 47,41% dengan andil sebesar 1,66%.

Pada Juli 2025, rincian ekspor non-migas menurut sektor antara lain: Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar US$580 juta. Kemudian, sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$2,70 miliar, dan sektor industri pengolahan sebesar US$20,53 miliar.

"Secara tahunan, sektor pertanian dan industri pengolahan mengalami kenaikan, sedangkan sektor pertambangan mengalami penurunan," papar dia.

Peningkatan nilai ekspor non-migas utamanya terjadi pada sektor industri pengolahan yang naik sebesar 21,98% dengan andil sebesar 16,42%. Peningkatan secara tahunan ini utamanya disebabkan oleh meningkatnya nilai ekspor minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, logam bukan besi, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, serta mesin untuk keperluan khusus.