

Market Analysis
Wall Street Turun, Terseret Aksi Jual Saham Teknologi Megacap

Geoffrey Morgan - Bloomberg News
Bloomberg, Saham-saham teknologi terpukul keras pada Selasa (19/8/2025) waktu setempat, menyeret indeks-indeks utama di Wall Street turun. Pasalnya, investor melepas saham-saham pemimpin pasar yang telah lama mendominasi di tengah kekhawatiran bahwa reli pasar telah berjalan terlalu jauh dan terlalu cepat.
Indeks Nasdaq 100 ditutup melemah 1,4%, di mana masing-masing saham yang dikenal sebagai Magnificent Seven mengalami penurunan. Nvidia Corp melemah 3,5%, penurunan harian terburuk sejak April. Palantir Technologies Inc merosot 9,4%.
Indeks S&P 500 ditutup tergelincir 0,6%, penurunan terbesar dalam sekitar dua pekan terakhir. Sebaliknya, Indeks Dow Jones Industrial Average yang berfokus pada sektor ekonomi tradisional berakhir datar.
Valuasi yang terlalu tinggi menjadi sebagian penyebab perputaran ini. Nasdaq 100—indeks dengan kenaikan terbesar di pasar saham sejak kemerosotan pada April—diperdagangkan 27 kali laba yang diharapkan dalam 12 bulan ke depan, hampir sepertiga di atas rata-rata jangka panjangnya.
Ketidakpastian tentang kondisi perdagangan AI dan laju pertumbuhan ekonomi semakin meredupkan sentimen investor.
"Secara fundamental, beberapa tanda peringatan di sektor teknologi muncul dalam beberapa hari terakhir," tulis Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge, dalam catatan kepada klien.
Dia menyebut penurunan saham CoreWeave Inc setelah laporan keuangan dan peringatan China pada perusahaan teknologi untuk menghindari penggunaan salah satu cip Nvidia sebagai faktor yang berkontribusi pada sentimen bearish investor.
Aksi jual besar-besaran ini terjadi saat laporan keuangan sektor ritel pekan ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai belanja konsumen AS. Home Depot Inc melaporkan penjualan kembali tumbuh pada kuartal kedua. Lowe’s Cos, Target Corp, dan Walmart Inc semuanya dijadwalkan akan melaporkan kinerja keuangannya pekan ini.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kenaikan inflasi jasa baru-baru ini didorong oleh layanan investasi.
Para investor akan mencermati pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada Jumat untuk mendapat petunjuk seputar potensi pemotongan suku bunga paling cepat bulan depan.
"Pidato tersebut mungkin merupakan titik balik bagi pasar karena kami yakin Jerome Powell akan memberi sinyal bahwa pemotongan suku bunga mungkin akan terjadi pada pertemuan September mendatang," kata Stephen Schwartz, mitra pendiri di Pioneer Financial.
Harga saham, hingga Selasa, terdongkrak oleh musim laporan keuangan yang lebih kuat dari perkiraan, di mana perusahaan-perusahaan mencatatkan kejutan positif rata-rata 8,2%, yang menurut Barclays telah mendorong lembaga-lembaga, termasuk reksa dana, meningkatkan eksposur ekuitas mereka.
"Lembaga-lembaga mengambil alih peran pembeli dari investor ritel," tulis Venu Krishna, kepala strategi ekuitas AS di Barclays, dalam catatan. Ia menambahkan eksposur ekuitas reksa dana AS kembali di atas median jangka panjang "untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun."
Masih pekan ini, investor juga akan memantau risalah rapat terakhir Federal Open Market Committee (FOMC), yang akan dirilis pada Rabu, serta klaim pengangguran awal pada Kamis.
