

Market Analysis
Trader Hati-hai Jelang AS-Ukraina Bertemu, Bursa Saham Asia Lesu

Bloomberg, Bursa saham Asia dan harga minyak mentah melemah seiring dengan meningkatnya kehati-hatian menjelang pertemuan Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
Saham di Jepang sedikit menguat, sedangkan saham Australia dan Korea Selatan melemah. Indeks berjangka S&P 500 naik tipis 0,1%. Minyak mentah Brent turun 0,3% setelah KTT AS-Rusia berakhir pada Jumat tanpa eskalasi geopolitik, meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan. Indeks dolar AS sedikit bergerak.
Investor akan mengalihkan fokus mereka ke pembicaraan Trump-Zelenskiy di Washington untuk mendapat petunjuk arah pasar selanjutnya setelah KTT AS-Rusia berakhir tanpa sanksi baru terhadap Moskow atau pembeli minyak mentahnya.
Para pelaku pasar juga tetap berhati-hati menjelang retret tahunan Federal Reserve atau The Fed di Jackson Hole, di mana pidato Gubernur Jerome Powell ditunggu-tunggu sebagai petunjuk mengenai penurunan suku bunga pada September setelah data AS terbaru dirilis.
Dengan ekspektasi yang rendah menjelang KTT Trump-Putin, reaksi pasar mungkin akan moderat "karena banyak hal masih bergantung pada kesediaan Ukraina untuk menerima syarat dari Rusia," kata Jordan Rochester, Kepala Strategi Makro untuk EMEA di Mizuho Corp.
"Namun, harapan adalah hal yang kuat, dan hasil ini akan menjaga sentimen risiko yang lebih tinggi tetap hidup dan sehat."
Zelenskiy dan sekutunya dari Eropa tiba di Washington pada Senin dengan cemas ingin mengetahui apa yang dijanjikan Trump pada pertemuan dengan Putin dan khawatir dia akan memaksa Kyiv untuk membuat konsesi yang tidak menyenangkan.
Sementara AS diperkirakan akan fokus pada konsesi teritorial yang dituntut Rusia, Kyiv akan berusaha untuk mendapatkan jaminan keamanan yang memungkinkan, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.

Hasil akhir dari KTT Jumat tidak jauh berbeda karena para pemangku kepentingan mencari langkah selanjutnya dalam menyelesaikan krisis, kata Helima Croft, kepala strategi komoditas di RBC Capital Markets LLC. Perhatian kini mungkin beralih kembali ke India dan China karena AS berusaha mencari cara untuk makin menekan pendapatan minyak Kremlin.
"Trump tampaknya menunda sanksi tambahan atau tarif sekunder pada sektor energi," kata Croft.
Pada Jumat, para pelaku pasar Wall Street menurunkan harga saham dari level tertinggi sepanjang masa karena data menunjukkan indikasi beragam mengenai bagaimana perasaan konsumen Amerika terhadap perekonomian.
Minggu ini, investor juga akan memantau data inflasi Jepang untuk mendapat petunjuk apakah Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Suku bunga pinjaman utama China juga akan menjadi fokus di tengah ekspektasi stimulus tambahan dari Beijing guna menghadapi perang dagang Trump.
Beberapa pergerakan utama di pasar:
Saham
Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1% pada pukul 09.23 waktu Tokyo
Indeks Topix Jepang naik 0,3%
Indeks S&P/ASX 200 Australia relatif stabil
Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,5%
Mata Uang
Indeks Dolar Spot Bloomberg relatif stabil
Euro relatif stabil di level US$1,1710
Yen Jepang sedikit berubah menjadi 147,32 per dolar
Yuan offshore sedikit berubah menjadi 7,1875 per dolar
Kripto
Bitcoin turun 0,1% menjadi US$117.522,48
Ether sedikit berubah menjadi US$4.468,21
Obligasi
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun sedikit berubah menjadi 4,31%
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 1,585%
Imbal hasil obligasi pemerintah Australia bertenor 10 tahun naik empat basis poin menjadi 4,27%
Komoditas
Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,2% menjadi US$62,65 per barel
Emas spot naik 0,2% menjadi US$3.342,15 per ons

