

Market Analysis
Wall Street Terjun dari Rekor Tertinggi Usai Inflasi IHP Rilis

Bloomberg, Wall Street jatuh dan imbal hasil obligasi naik setelah inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong para pelaku pasar mengurangi ekspektasi pada pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan depan.
Setelah reli tajam ke level tertinggi sepanjang masa, S&P 500 mengalami koreksi. Imbal hasil Treasury dua tahun naik lima basis poin menjadi 3,73%. Pasar uang menunjukkan peluang 90% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada September setelah sepenuhnya memperhitungkan langkah tersebut sehari sebelumnya. Dolar AS menguat.
Inflasi grosir AS meningkat pada Juli, tertinggi dalam tiga tahun terakhir, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan membebankan biaya impor lebih tinggi terkait tarif.
Indeks Harga Produsen (PPI) naik 0,9% dari bulan sebelumnya, terbesar sejak inflasi konsumen mencapai puncaknya pada Juni 2022. PPI naik 3,3% dari tahun lalu. Biaya jasa naik 1,1% bulan lalu—tertinggi sejak Maret 2022.
Inflasi grosir yang kuat mungkin membuat beberapa pembuat kebijakan berpikir ulang bahwa tekanan harga kembali meningkat. Awal pekan ini, data harga konsumen (CPI) menunjukkan dampak yang lebih moderat pada Juli, dan pasar tenaga kerja kini mulai melambat.
Bagi Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management, lonjakan PPI menunjukkan inflasi sedang melanda perekonomian, meski belum dirasakan oleh konsumen.
"Mengingat betapa moderatnya angka CPI pada Selasa, ini adalah kejutan yang sangat tidak diinginkan dan mungkin akan mengikis sebagian optimisme mengenai pemotongan suku bunga yang 'pasti' bulan depan," ujarnya.
"Fakta bahwa PPI lebih kuat dari perkiraan dan CPI relatif lemah menunjukkan bahwa perusahaan menanggung sebagian besar biaya tarif alih-alih membebankannya pada konsumen," kata Clark Geranen dari CalBay Investments.
Menurut Stephen Brown dari Capital Economics, perkembangan yang lebih mengkhawatirkan bagi bank sentral, seperti yang disebutkan Gubernur The Fed Chicago Austan Goolsbee pekan ini, adalah tanda-tanda bahwa harga jasa mungkin sedang meningkat.
"PPI menunjukkan inflasi bukanlah berita buruk seperti yang dipikirkan sebagian orang setelah CPI rilis Selasa lalu," kata Chris Larkin dari E*Trade di Morgan Stanley. "Ini tidak menutup pintu bagi penurunan suku bunga pada September, tetapi berdasarkan reaksi awal pasar, ruang geraknya mungkin sedikit lebih kecil daripada beberapa hari lalu."
Dari BMO Capital Markets, Ian Lyngen mengatakan secara keseluruhan, data awalnya bearish bagi obligasi, tetapi pergerakannya cepat mereda karena tidak ada detail yang secara signifikan mengubah pemahaman investor tentang kondisi ekonomi riil atau kebijakan The Fed.
"Dari sini, tidak ada hal yang kami perkirakan akan mengubah sentimen pasar obligasi Treasury" sebelum data penjualan ritel besok," ucapnya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tidak mendesak The Fed memotong suku bunga, hanya menunjukkan contoh bahwa suku bunga "netral" akan sekitar 1,5 poin persentase lebih rendah.
"Saya tidak memberi tahu The Fed apa yang harus dilakukan," kata Bessent dalam wawancara dengan Fox Business pada Kamis (14/8/2025), merujuk pada pernyataannya kemarin tentang bagaimana bank sentral "bisa melakukan sejumlah pemotongan suku bunga di sini."
Pergerakan utama di pasar:
Saham
Indeks S&P 500 turun 0,3% pada pukul 09.30 waktu New York
Indeks Nasdaq 100 turun 0,3%
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4%
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,2%
Indeks MSCI World turun 0,4%
Mata Uang
Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,3%
Euro turun 0,4% menjadi US$1,1654
Pound Inggris turun 0,3% menjadi US$1,3541
Yen Jepang relatif stabil di 147,27 per dolar
Kripto
Bitcoin turun 3,8% menjadi US$118.339,73
Ether turun 4% menjadi US$4.530,81
Obligasi
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,26%
Imbal hasil obligasi 10 tahun Jerman naik dua basis poin menjadi 2,70%
Imbal hasil obligasi 10 tahun Inggris naik tiga basis poin menjadi 4,62%
Imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun naik lima basis poin menjadi 3,73%
Imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun naik satu basis poin menjadi 4,84%
Komoditas
Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,5% menjadi US$63,61 per barel
Emas spot turun 0,3% menjadi US$3.345,99 per ons

