

Market Analysis
Menjelang Rilis IHK AS, Emas Tergelincir di Bawah Tekanan Sentimen Risiko

XAUUSD
Trend : Bearish | Timeframe : H1
Risk Appetite Investor Naik, Aksi Jual Emas
Aksi jual emas berlanjut, karena sentimen risk appetite melemahkan permintaan aset safe haven. Bursa saham menguat di awal pekan atas harapan bahwa pertemuan antara para pemimpin AS dan Rusia akan meningkatkan peluang berakhirnya perang di Ukraina. Hal ini, pada gilirannya, mendorong aksi jual besar-besaran Emas yang merupakan aset safe haven. Faktor negatif ini, sebagian besar, mengimbangi naiknya keyakinan penurunan suku bunga FED.
Para investor tampaknya yakin bahwa bank sentral AS akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunganya pada bulan September dan akan melakukan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir tahun ini. Ekspektasi tersebut meningkat setelah laporan Nonfarm Payrolls bulan Juli, yang menunjukkan memburuknya pasar tenaga kerja AS. Para investor menunggu rilis angka inflasi AS – Indeks Harga Konsumen (IHK).
Secara teknis, penurunan selanjutnya dari level support di 3.350, terobosan di bawahnya akan memicu aksi jual lebih lanjut ke $3.320 - $3.300. Sebaliknya, dorongan positif berusaha membawa harga kembali ke level $3.400 yang mungkin akan terus bertindak sebagai resisten kuat. Kenaikan lanjutan di sekitar $3.410, akan meniadakan prospek penurunan harga dan mengangkat harga ke resisten berikutnya di dekat area $3.422-3.423. Momentum ini dapat berlanjut hingga level $3.434-3.435. Penguatan berkelanjutan akan membuka jalan bagi pergerakan untuk mentargetkan level psikologis $3.500 yang dicapai pada bulan April.
Saran transaksi adalah jual dibawah harga 3.350 dengan target ke 3.330 hingga ke 3.300. Skenario alternatif adalah melakukan aksi beli diatas 3.360 dengan target ke 3.380 hingga ke 3.400.
EUR/USD
Trend : Bearish| Timeframe : H1
Investor Ambil Untung, Euro Melemah Jelang Rilis Data CPI
EUR/USD melemah seiring investor bersiap menyambut rilis data Indek Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Juli. Diyakini harga-harga umum akan meningkat sebesar 2,8% YoY, naik dari 2,7% di bulan Juni. Demikian pula, IHK inti diproyeksikan mencapai ambang batas 3% untuk pertama kalinya sejak Februari.
Jika inflasi AS memang naik, EUR/USD diperkirakan akan terus melemah karena meningkatnya kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan September.
Indek Dolar AS (DXY) sendiri terlihat naik 0,26% ke level 98,52.
Secara teknis, EUR/USD berpeluang terkoreksi ke 1,1600 dimana penembusan level support kunci ini akan membuat candle bearish harian berturut-turut, meskipun kini masih di atas 1,1600. Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa minat beli telah kehilangan momentum dimana indek telah jatuh di bawah level netral 50, berubah menjadi bearish. Aksi jual EUR/USD di bawah 1,1600 akan membuka peluang ke 1,1530 - 1,1500. Sebaliknya, jika EUR/USD bertahan di atas 1,1600, pedagang akan memperhatikan 1,1650 sebelum menembus angka 1,1700.
Saran transaksi jual EUR/USD 1.1610 atau lebih rendah dengan target ke 1.1570 hingga ke 1.1550. Skenario alternatif adalah beli EUR/USD pada 1.1620 dengan target ke 1.1650 hingga ke 1.1670.
GBP/USD
Trend : Bearish | Timeframe : H1
Kenaikan Poundsterling Terhenti, Dolar AS Rebound
Poundsterling Inggris (GBP) melemah terhadap Dolar AS (USD), menghentikan penguatannya baru-baru ini karena Greenback menguat menjelang laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS. Rebound moderat Dolar AS membebani Poundsterling, dimana GBP/USD melemah dari level tertinggi dua minggu yang dicapai sebelumnya.
Rilis data IHK AS kemungkinan akan menjadi pendorong utama bagi Dolar AS, dengan pasar yang sudah memperkirakan kemungkinan besar pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada bulan September. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meredakan harapan tersebut dan memberikan dukungan kepada Dolar AS, sementara data inflasi yang lebih rendah dapat memperkuat alasan pelonggaran, menyalakan kembali tekanan jual pada Greenback dan menawarkan dukungan kepada GBP/USD.
Saran transaksi GBP/USD pada 1.3460 menunjukkan potensi penurunan. Jual GBP/USD pada 1.3460 atau lebih rendah dengan target ke 1.3430 hingga ke 1.3410. Sebaliknya, kenaikan kembali GBP/USD pada 1.3470 membuka peluang beli dengan target ke 1.3500 hingga ke 1.3520.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.
