

Market Analysis
Harga Emas Naik Nyaris 1%, Pilih Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia ditutup naik pada perdagangan kemarin. Kenaikannya pun cukup signifikan, hampir 1%.
Pada Kamis (7/8/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.398,2/troy ons. Menguat 0,86% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 22 Juli atau lebih dari 2 pekan terakhir.
Dalam seminggu terakhir, harga emas mencatat kenaikan 3,27% secara point-to-point. Selama sebulan terakhir, harga bertambah 2,93%.
Dinamika di Amerika Serikat (AS) sepertinya jadi penyebab kenaikan harga emas. Bloomberg News memberitakan, Presiden Donald Trump menyebut sudah memilih Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Nasional Stephen Miran untuk menjabat sebagai Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, bank sentral AS.
Miran akan menggantikan posisi Adriana Kugler, yang mundur pekan lalu. Namun Miran berstatus sebagai pejabat sementara, karena hanya akan berada di The Fed hingga Januari tahun depan, saat masa jabatan Kugler seyogianya berakhir,
Menurut Trump, dirinya mungkin juga akan menominasikan pejabat sementara posisi Gubernur The Fed ketimbang menunggu berakhirnya masa jabatan Jerome ‘Jay’ Powell. Trump berulang kali melontarkan kritik terhadap kebijakan Powell, utamanya soal suku bunga acuan.
Trump menegaskan bahwa suku bunga acuan harus turun. Sesuatu yang belum bisa dituruti oleh Powell.
Namun kini Trump sudah memiliki orang kepercayaan di tubuh The Fed dalam diri Miran. ekspektasi penurunan suku bunga acuan pun makin besar.
Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4-4,25% dalam rapat September mencapai 92,7%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 56. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Akan tetapi, indikator Stochastic RSI sudah mencapai 91. Sudah di atas 80, tergolong jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, sepertinya harga emas bisa turun hari ini. Cermati pivot point di US$ 3.391/troy ons.
Dari pivot point tersebut, ada kemungkinan harga emas akan menguji support US$ 3.382/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga emas ke US$ 3.353/troy ons yang merupakan MA-10.
Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 3.404. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas ke level US$ 3.424-3.464/troy ons.

