English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Bos OJK Soroti Daya Saing RI Tinggi usai Kesepakatan Tarif AS

Bloomberg Technoz · 50.4K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sisi positif hasil negosiasi tarif antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) yang terjadi sejak April lalu, hingga akhirnya mendapat tarif sebesar 19% dari semula yang mencapai 32%.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, hasil tersebut berpotensi mendorong kinerja industri dalam negeri, khususnya bagi sejumlah sektor komoditas andalan ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam.

"Itu kita perlu lihat dibandingkan dengan ekspor dari negara-negara yang menghasilkan produk serupa. Ada 6 produk ekspor utama Indonesia ke AS yang secara total nilainya mendekati US$4 miliar atau 52% dari ekspor Indonesia ke AS," ujar Mahendra dalam konferensi pers, Senin (4/8/2025).

Mahendra lantas merinci ekspor produk seperti mesin elektronik seperti perekam suara, televisi, beserta suku cadangnya ini memiliki daya saing tinggi dengan tarif yang rendah ata hanya 19%.

Meski demikian, ekspor tersebut masih menjadi paling rendah dibandingkan negara-negara eksportir dengan produk yang sama ke AS atau hanya senilai US$4,83 miliar atau hanya 16,35% dari porsi impornya.

"Kalau dicapai kesepakatan tadi, kita bisa antisipasi. Sebenarnya punya ruang untuk meningkatkan ekspor kita untuk barang-barang listrik ini, terbuka luas jika dengan tarif negara lain," tutur dia.

Begitu juga dengan produk alas kaki. Salah satu barang ekspor andalan Indonesia ke AS tersebut juga kini memiliki daya saing lebih tinggi dibandingkan kompetitor lain, seperti China yang memiliki tarif 30%, Vietnam 20%; serta Kamboja 19%.

"Dalam kaitan itu, tentu kami di bawah koordinasi pemerintah, mendukung upaya lebih lanjut untuk meningkatkan daya saing, sehingga kita bisa lebih lanjut memanfaatkan peluang tadi ditengah kondisi disruptif ini."