

Market Analysis
Harga Emas Mulai Turun Usai Menanjak, Pilih Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Bagaimana ‘ramalan’ terbaru harga sang logam mulia?
Pada Senin (4/8/2025) pukul 06:56 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 3.360,43/troy ons. Melemah tipis 0,06% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Harga emas terpangkas usai melonjak lebih dari 2% dalam sehari pada Jumat (1/8/2025). Usai lonjakan tersebut, sepertinya investor mulai mengambil posisi profit taking.
Lesatan harga emas tidak lepas dari perkembangan di Amerika Serikat IAS). Akhir pekan lalu, US Bureau of Labor Statistics melaporkan, penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) di Negeri Adidaya pada Juli adalah 73.000. Jauh di bawah ekspektasi pasar dengan perkiraan 110.000.
Tidak cuma itu, US Bureau of Labor Statistics juga melakukan revisi besar-besaran. Angka Juni dipangkas dari 147.000 menjadi hanya 14.000. Sementara angka Mei dipotong dari 144.000 menjadi hanya 19.000.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi bergejolak, biasanya investor akan cenderung melirik emas untuk menyelamatkan portofolio mereka.
“Pukulan di pasar tenaga kerja makin terasa. Akan ada tekanan bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Federal Reserve perlu menurunkan suku bunga acuan pekan ini,” tegas Kathy Bostjancic, Kepala Ekonom Nationwide, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) The Fed baru akan menggelar rapat penentuan suku bunga acuan pada pertengahan September mendatang. Jadi Bostjancic menyarankan Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega menggelar rapat tak terjadwal atau insidental untuk menurunkan Federal Funds Rate.
“Permintaan tenaga kerja turun lebih cepat ketimbang pasokannya. Pasar tenaga kerja tidak sesolid yang digambarkan Powell. Asumsi dasar kami adalah penurunan suku bunga acuan pada Desember, tetapi kami melihat kemungkinan itu bisa lebih cepat makin meningkat,” sebut riset Bloomberg Economics.
Emas juga merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas jadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 52.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas tidak jauh dari 50, sehingga boleh dibilang cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di 52. Menghuni area beli (long), tetapi tidak terlampau kuat. Lagi-lagi mengarah ke netral.
Saat ini harga emas sudah berada di pivot point. Dari sini, sepertinya harga emas akan melemah lebih dalam lagi.
Target support terdekat adalah US$ 3.346/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas akan menguji support lanjutan di rentang US$ 3.333-3.329/troy ons.
Adapun target resisten terdekat adalah US$ 3.363/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga emas ke kisaran US$ 3.370-3.376/troy ons.
(aji)

