

Market Analysis
PCE dan PDB AS Lebih Tinggi, Tekanan Jual Menghantui Harga Emas
XAUUSD / GOLD
Trend : Bearish
Timeframe : H1
Harga emas melemah, dan diperkirakan akan mengakhiri pekan ini dengan penurunan karena meredanya permintaan aset safe haven setelah pelaku pasar beralih ke aset berisiko. Data ekonomi AS yang kuat, serta perjanjian perdagangan AS-Uni Eropa, mendorong penguatan dolar AS disisi lain, yang turut memberikan tekanan lebih besar pada emas.
Data ekonomi yang mendukung pelemahan harga saat ini diantaranya adalah angka PCE inti dan utama AS yang berada di atas ekspektasi pada bulan Juni, mempertahankan kekhawatiran akan inflasi yang membandel di sektor-sektor utama ekonomi AS, sementara klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat pandangan pasar tenaga kerja yang sehat. Data tersebut menyusul angka PDB AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal kedua, meskipun perdagangan luar negeri yang volatil terus mendistorsi data karena perusahaan bereaksi terhadap serangkaian ancaman tarif oleh Presiden AS Trump.
Ini membuka spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan September. Patut diperhatikan bahwa penurunan suku bunga AS sekitar 50 basis poin di tahun ini, seharusnya bisa mendukung harga emas. Dengan kemungkinan pengumuman tarif lebih lanjut, harga emas diyakini kedepannya akan tetap tinggi.
Secara teknis, harga emas pada $3.285 menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut. Relative Strength Index (14) di angka 44.13 menunjukkan potensi netral. Sementara dalam jangka pendek tekanan jual terkonfirmasi dari SMA (10) di 3.290, SMA (20) di 3.293 dan SMA (50) di 3.295.
Saran transaksi adalah jual emas dibawah 3.290 dengan target ke 3.270 hingga ke 3.253 sebagai level dukungan kuat. Terobosan harga dibawah ini berpeluang membawa harga dalam jangka menengah ke 3.140.
GBP/USD
Trend : Bearish
Timeframe : H1
Nilai tukar Poundsterling stabil, setelah mencatat kinerja bulanan terburuknya terhadap dolar dalam tiga tahun, seiring menguatnya Dolar AS. GBP/USD kehilangan hampir 4% pada bulan Juli, penurunan bulanan terbesar sejak apa yang disebut "krisis anggaran mini" pada September 2022. GBP/USD terakhir kali stagnan pada hari itu di $1,3203, mendekati level terendah sejak pertengahan Mei, setelah mencapai level tertinggi empat tahun di $1,3787 di bulan lalu.
Laporan data penggajian non-pertanian AS hari ini kemungkinan akan menjadi kunci dalam memperkuat reli dolar baru-baru ini atau mengakhirinya. Angka di atas perkiraan kenaikan 110.000 dalam jajak pendapat ekonom Reuters dapat memberikan dorongan yang lebih besar bagi dolar, terutama karena kekhawatiran terburuk atas dampak tarif AS telah mereda.
Katalis terbesar pelemahan adalah memburuknya data ekonomi Inggris. BoE, kini diperkirakan akan memberikan lebih banyak penurunan suku bunga dalam 6 bulan mendatang dibandingkan ECB maupun Federal Reserve. Bank of England akan melakukan pertemuan dan diperkirakan akan memangkas suku bunga seperempat poin menjadi 4%, terendah dalam 2,5 tahun.
Secara teknis, GBP/USD yang berada di 1.3163 mengindikasikan penurunan yang sangat kuat. Indek RSI (14) di 30.98 menunjukkan posisi netral. SMA (10) di 1.3197, SMA (20) di 1.3203 dan SMA (50) di 1.3247, menunjukkan potensi penurunan dalam jangka pendek.
Saran transaksi adalah jual GBP/USD di 1.3160 atau lebih rendah dengan target ke 1.3130 hingga ke 1.3110. Skenario transaksi adalah beli GBP/USD diatas 1.3170 dengan target ke 1.3200 hingga ke 1.3220. (Lukman Hqeem)
EUR/USD
Trend : Bearish
Timeframe : H1
Euro stabil dan bertahan di atas level $1,14, di dekat titik terlemahnya sejak pertengahan Juni setelah mencatat penurunan 3% terhadap dolar AS pada bulan Juli yang juga penurunan bulanan pertamanya tahun ini. Para investor sedang menilai dampak dari tarif AS yang baru diumumkan. Tarif AS yang efektif telah melonjak menjadi sekitar 15%, naik dari lebih dari 2% di awal tahun, level tertinggi sejak Undang-Undang Tarif Smoot–Hawley yang proteksionis dirilis pada tahun 1930-an. Uni Eropa kini menghadapi tarif 15% atas ekspornya ke AS setelah mencapai kesepakatan di menit-menit terakhir tepat sebelum batas waktu 1 Agustus.
Di sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan probabilitas 90% penurunan suku bunga sebesar 25 bps oleh ECB pada Maret 2026. Di AS, nada hawkish Ketua Fed Powell telah meredam ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan bulan September. Namun, euro diyakini juga tidak akan jatuh terlalu jauh. Aksi jual euro baru-baru ini kemungkinan juga mencerminkan investor yang melepas beberapa taruhan besar yang menguntungkan euro yang telah terakumulasi di bulan-bulan sebelumnya. Ada kehati-hatian terhadap EUR-USD yang melampaui batas 1,20.
Secara teknis, EUR/USD sedikit menguat 0,1% menjadi $1,1429 sore ini. Dengan indek RSI (14) pada 43.12, pasangan ini menunjukkan posisi netral. Sementara SMA (10) di 1.1419. SMA (20) pada 1.1420 dan SMA (50) pada 1.1443.
Saran transaksi adalah jual EUR/USD dibawah 1.1430 dengan target ke 1.1400 hingga ke 1.1380 dan 1.1360. Sementara kenaikan kembali membuka peluang beli diatas 1.1435 dengan target ke 1.1455 hingga ke 1.145.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

