English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pasar Wait & See Rapat The Fed, IHSG Masih Bisa Hijau

Bloomberg Technoz, · 87.2K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (30/7/2025), dibuka menguat. Pada pukul 09:15 WIB, Indeks mencatat kenaikan 33,35 poin atau setara dengan 0,44% ke 7.651,26.

Adapun pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, IHSG dibuka langsung menguat dengan kenaikan 24,34 poin atau setara dengan 0,32% ke 7.642,25.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 3,85 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,14 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 245.296 kali.

Sebanyak 250 saham menguat, dan 221 saham melemah. Sementara, 184 saham tidak bergerak.

Mencermati analisis saham di perdagangan hari ini, Rabu (30/7/2025), BRI Danareksa Sekuritas secara teknikal IHSG masih bertahan di atas level support terdekatnya pada 7.550. 

Investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp421 miliar. Saat ini, pasar mencermati hasil rilis kinerja Kuartal II–2025 emiten dan juga potensi dari pengumuman Fed Funds Rate.

“Selama IHSG berada di atas level support 7.550, IHSG diprediksi mempunyai kesempatan untuk melanjutkan penguatan hingga resistance 7.800,” sebut riset BRI Danareksa Sekuritas.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah WIFI, MBMA, MEDC, dan BRMS.

Senada, Phintraco Sekuritas menyebut Pasar masih menantikan pertemuan dagang AS–China, pertemuan The Fed, sejumlah data indikator ekonomi, earning season 2Q25, hingga menantikan deadline pemberlakukan tarif 1 Agustus 2025.

“Secara teknikal, setelah mengalami pullback dan menutup gap down di sekitar level 7.568, IHSG kembali berbalik menguat. Namun pada penutupan perdagangan, pola candlestick IHSG membentuk pola doji dengan indikator yang overbought,” mengutip riset Phintraco.

Pola doji ini masih memerlukan konfirmasi dari candlestick berikutnya untuk memastikan apakah akan terjadi reversal. Sehingga perlu dicermati jika IHSG menembus level support 6.500–6.550, yang dapat membuka peluang profit taking lanjutan.

Sebaliknya jika bertahan di atas level 7.600–7.620, peluang penguatan  lanjutan masih terbuka.

Adapun data ekonomi yang akan dicermati investor diantaranya adalah dari Amerika Serikat (30/7/2025) juga akan dirilis data pertumbuhan ekonomi Kuartal II–2025, ADP Employment change dan indeks PCE Prices.

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah JPFA, DOID, BRMS, PGAS, dan SMGR.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Melemahnya Bursa Wall Street dan kembali adanya aksi jual investor asing serta posisi IHSG yang sudah jenuh beli diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.

Sementara itu naiknya harga mayoritas komoditas dan banyaknya laporan keuangan emiten di Kuartal II–2025 yang dirilis berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 7.565–7.510 dan resistance 7.670–7.725,” terang CGS International Sekuritas.

Saham-saham pilihan versi CGS meliputi saham JPFA, MYOR, CMRY, MEDC, CUAN, dan RAJA

Sentimen antisipasi kesepakatan dagang antara AS–China, antisipasi rilis laporan keuangan bank yang masih akan lemah, serta masih keluarnya dana asing. Jadi sentimen pemberat IHSG hari ini mengutip Panin Sekuritas.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Stochastic berada di area overbought dan berpotensi death cross. Terdeteksi negative divergence yang biasanya merupakan indikasi bahwa tren berpotensi berbalik.

Support terdekat berada pada MA–5 di 7.546. Jika IHSG melemah di bawah level ini, maka ada kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan menuju support 7.355–7.454.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah KRAS, HRUM, SMGR, dan HMSP.