

Market Analysis
Optimalisasi Dasar & Teknikal Analisa untuk Trading Pair AUD/JPY

Dalam lanskap pasar forex yang terus berubah, pasangan mata uang AUD/JPY seringkali menjadi pilihan yang menarik bagi trader yang mencari volatilitas dan peluang yang berbeda dari pair mayor.
Pasangan ini merepresentasikan nilai Dolar Australia (AUD) terhadap Yen Jepang (JPY). Dinamika pergerakannya tidak hanya dipengaruhi oleh fundamental ekonomi kedua negara, tetapi juga memiliki korelasi unik dengan sentimen risiko global dan harga komoditas
Artikel ini akan memandu Anda melalui optimalisasi dasar dan analisis teknikal untuk trading pasangan mata uang AUD/JPY, dimulai dari pengenalan dasar hingga aplikasi analisis teknikal sederhana yang dapat Anda gunakan. Dengan panduan ini, Anda akan memiliki bekal yang lebih baik untuk mengidentifikasi peluang trading dan mengelola risiko Anda di pasar AUD/JPY.
Mengenal Pair AUD/JPY
Pasangan mata uang AUD/JPY adalah representasi nilai tukar antara Dolar Australia sebagai mata uang dasar (base currency) dan Yen Jepang sebagai mata uang kutipan (quote currency).
Ini berarti, harga yang Anda lihat menunjukkan berapa banyak Yen Jepang yang dibutuhkan untuk membeli satu Dolar Australia. Misalnya, jika harga AUD/JPY adalah 95.00, itu berarti 1 Dolar Australia setara dengan 95 Yen Jepang.
Kedua mata uang ini memiliki karakteristik yang kontras, yang menciptakan dinamika menarik:
Dolar Australia (AUD)
Dikenal sebagai "mata uang komoditas" karena ekonomi Australia sangat bergantung pada ekspor sumber daya alam, seperti bijih besi, batu bara, dan gas alam cair. Oleh karena itu, AUD sangat sensitif terhadap harga komoditas global dan pertumbuhan ekonomi Tiongkok (sebagai importir utama komoditas Australia). AUD cenderung menguat dalam lingkungan risk-on (optimisme pasar) di mana harga komoditas naik.
Yen Jepang (JPY)
Dikenal sebagai "mata uang safe-haven" karena Jepang adalah negara kreditur terbesar di dunia dan seringkali menarik capital repatriation (kembalinya modal) ke Jepang selama periode ketidakpastian ekonomi atau geopolitik global (risk-off). JPY cenderung menguat dalam lingkungan risk-off.
Interaksi antara mata uang komoditas yang sensitif risiko (risk-sensitive) dan mata uang safe-haven menciptakan volatilitas yang menarik pada pasangan AUD/JPY.
Analisa Teknikal Trading AUD/JPY
Untuk dapat menyelam lebih jauh ke dalam analisis teknikal, fondasi pemahaman akan konsep dasarnya adalah utamanya. Begitu fundamental tersebut dikuasai, Anda dapat segera terjun dalam praktik nyata melalui platform gratis yang tersedia, salah satunya adalah Investing.
Sebagai ilustrasi, disajikan sebuah contoh pola candlestick dengan rentang waktu 1 jam, yang data pergerakannya diambil pada tanggal 30 Juli 2025. Tampilan ini merupakan sarana ideal untuk mengasah kemampuan Anda dalam menginterpretasikan pola serta mempertajam intuisi pasar.

Gambar 1. Candlestick AUD/JPY interval 1h (Investing)
Grafik candlestick 1 jam untuk pasangan mata uang AUD/JPY menunjukkan pergerakan harga yang cukup dinamis dalam beberapa hari terakhir, dimulai dari sekitar tanggal 24 Juli hingga pagi tanggal 30 Juli.
Pada awal periode ini, AUD/JPY terlihat dalam tren naik yang cukup stabil, membentuk serangkaian candlestick hijau, mendorong harga dari level sekitar 96.50 ke puncak di atas 97.00. Ini mengindikasikan dominasi pembeli yang jelas di pasar pada waktu tersebut, meskipun ada beberapa koreksi singkat yang terlihat.
Setelah mencapai puncaknya di sekitar tanggal 26 Juli dan sekali lagi pada pagi hari tanggal 29 Juli, harga AUD/JPY mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan dan memasuki fase penurunan yang lebih jelas. Terlihat dominasi candlestick merah yang besar, menandakan peningkatan tekanan jual.
Penurunan ini cukup signifikan, membawa harga dari level tertinggi kembali ke area sekitar 96.40-an pada pagi tanggal 30 Juli. Indikator Stochastic (14, 3, 3) di bagian bawah grafik, dengan garis %K (biru) dan %D (merah) yang telah bergerak turun tajam dan berada di area oversold (di bawah level 20), memperkuat indikasi indikator momentum penurunan yang kuat.
Pada akhir periode yang terlihat, harga AUD/JPY telah menembus level support sebelumnya dan terus bergerak ke bawah, mencapai titik terendah baru di periode tersebut. Kondisi Stochastic yang berada di zona oversold (sekitar 33.33 dan 35.41) menunjukkan bahwa aset ini mungkin telah dijual berlebihan dalam jangka pendek, dan ada potensi untuk rebound teknikal.
Namun, berdasarkan momentum penurunan yang terlihat jelas dari grafik harga, trader perlu mengamati apakah ada konfirmasi pembalikan bullish yang kuat sebelum mempertimbangkan posisi beli, karena tren penurunan jangka pendek tampaknya masih dominan.

Gambar 2. Candlestick AUD/JPY interval 1d (Investing)
Gambar di atas menunjukkan grafik candlestick harian (timeframe 1 day) untuk pasangan mata uang AUD/JPY pada platform trading Investing.com. Secara visual, kita dapat melihat bahwa tren utama sejak awal Mei 2025 adalah uptrend, ditandai dengan serangkaian higher high dan higher low.
Namun, pada area harga sekitar 96.50–97.00, tampak adanya konsolidasi dan kemungkinan pembentukan pola distribusi, yang dapat menjadi sinyal awal potensi pembalikan arah (reversal) apabila tekanan jual meningkat.
Pada bagian bawah grafik, ditampilkan indikator Stochastic Oscillator (14,1,3) yang menunjukkan kondisi saat ini berada dalam wilayah netral ke bawah, dengan garis %K (biru) berada di 45.9460 dan %D (merah) di 59.8667.
Garis %K yang telah memotong %D dari atas ke bawah menandakan adanya sinyal bearish, meskipun belum masuk ke area oversold. Ini menunjukkan momentum kenaikan mulai melemah dan potensi koreksi harga dalam jangka pendek menjadi lebih besar.
Secara keseluruhan, jika harga AUD/JPY gagal menembus resistance kuat di sekitar level 97.00, maka kemungkinan besar akan terjadi penurunan menuju support berikutnya di area 95.50–95.00.
Namun, konfirmasi tambahan dari volume, candlestick pattern seperti bearish engulfing atau shooting star, serta indikator lain seperti RSI dan MACD, akan memberikan kejelasan arah tren selanjutnya. Trader disarankan untuk berhati-hati memasuki posisi beli kecuali ada konfirmasi reversal yang jelas dari sinyal teknikal.
1. Indikator Teknikal AUD/JPY
Anda harus bisa memahami makna harga dari tampilan header Investing, seperti AUD/JPY 96,45 -0,19 (-0,20%), yang menunjukkan harga saat ini dari pasangan AUD/JPY
-
96,45: Harga instrumen saat ini.
-
-0,19: Perubahan harga absolut dari penutupan sebelumnya.
-
(-0,20%): Perubahan harga dalam persentase dari penutupan sebelumnya.

Berdasarkan gambar indikator teknikal USD/JPY yang Anda unggah, data menunjukkan bahwa pada tanggal 30 Juli 2025 pukul 04:39 GMT, kondisi pasar secara keseluruhan sedang berada dalam sinyal "Sangat Jual" atau Strong Sell.
Ini terlihat dari 8 indikator memberikan sinyal jual, 2 indikator netral, dan tidak ada indikator yang memberikan sinyal beli. Berikut ini penjelasan mendalam untuk masing-masing indikator:
1. RSI (Relative Strength Index - 14) = 32.362
Sinyal: Jual
RSI menunjukkan kekuatan tren saat ini. Nilai RSI berada di sekitar 32, mendekati wilayah oversold (jenuh jual). Biasanya, nilai di bawah 30 menunjukkan pasar jenuh jual, namun berada di angka 32 berarti tekanan jual sudah sangat tinggi.
Ini menunjukkan bahwa momentum pelemahan masih kuat namun mendekati batas jenuh, sehingga ada kemungkinan rebound jika RSI terus turun ke bawah 30.
2. Stochastic Oscillator (9,6) = 49.558
Sinyal: Netral
Stochastic merupakan osilator momentum yang membandingkan harga penutupan terakhir terhadap rentang harga tertentu.
Dengan nilai di kisaran 49, indikator ini menunjukkan pasar dalam keadaan netral, tidak terlalu overbought (jenuh beli) maupun oversold. Ini bisa diartikan bahwa walau tren umum menunjukkan pelemahan, tetapi saat ini ada fase konsolidasi atau keraguan pasar.
3. Stochastic RSI (14) = 0
Sinyal: Jual Berlebih
Nilai 0 merupakan nilai terendah pada indikator StochRSI, artinya aset telah mencapai titik jenuh jual secara ekstrem.
Kondisi ini menandakan bahwa harga sangat mungkin mengalami koreksi atau setidaknya terjadi pantulan (pullback) dalam waktu dekat. Namun, tetap perlu dikonfirmasi dengan price action atau indikator lain karena kondisi jenuh jual belum selalu menjamin pembalikan arah.
4. MACD (12,26) = -0.08
Sinyal: Jual
Moving Average Convergence Divergence menunjukkan sinyal jual dengan nilai negatif. Ketika MACD berada di bawah garis sinyalnya, itu berarti momentum sedang menurun. Nilai -0.08 tergolong cukup lemah, tapi tetap menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi dalam jangka menengah.
5. ADX (14) = 43.575
Sinyal: Jual
ADX tidak memberi tahu arah tren, tetapi mengukur kekuatannya. Nilai 43.57 tergolong tinggi, mengindikasikan bahwa tren sedang sangat kuat.
Dalam konteks ini, karena sebagian besar indikator lain menunjukkan sinyal jual, maka ADX memperkuat bahwa tren bearish saat ini sangat kuat dan solid.
6. Williams %R = -68.75
Sinyal: Jual
Williams %R adalah osilator momentum yang membantu mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold. Nilai -68.75 menunjukkan bahwa pasar sedang berada di area bawah (jenuh jual mendekati -80). Meskipun belum menyentuh titik ekstrem, namun arah turun yang konsisten mengisyaratkan tekanan penurunan belum selesai.
7. CCI (14) = -152.1128
Sinyal: Jual
Commodity Channel Index memiliki nilai -152, menunjukkan bahwa harga bergerak jauh di bawah rata-rata, menandakan kondisi jenuh jual yang sangat dalam. Sinyal ini selaras dengan StochRSI dan Williams %R, memperkuat asumsi bahwa pasar mengalami tekanan signifikan.
8. ATR (14) = 0.1121
Sinyal: Volatilitas Kurang
Average True Range mengukur volatilitas. Nilai 0.1121 menunjukkan bahwa meskipun tekanan jual kuat, volatilitas pergerakan harga tetap tergolong rendah. Artinya, tren penurunan terjadi secara bertahap dan tidak ekstrem atau penuh lonjakan besar.
9. Highs/Lows (14) = -0.1129
Sinyal: Jual
Indikator ini membandingkan harga tinggi dan rendah terbaru untuk menunjukkan kekuatan tren. Nilai negatif menyatakan bahwa harga telah menembus posisi terendah sebelumnya, memperkuat sinyal bearish dan tren penurunan masih berlangsung.
10. Ultimate Oscillator = 49.554
Sinyal: Netral
Ultimate Oscillator mencoba menghindari sinyal palsu dengan menggabungkan tiga periode waktu. Nilainya yang mendekati 50 menandakan keraguan pasar dalam jangka waktu gabungan. Ini mengisyaratkan bahwa meskipun indikator jangka pendek menunjukkan jual, ada kemungkinan harga tidak jatuh terlalu dalam tanpa konfirmasi lanjutan.
11. ROC (Rate of Change) = -0.166
Sinyal: Jual
Nilai ROC negatif mengindikasikan bahwa harga telah bergerak turun dari periode sebelumnya, menandakan tekanan jual terus berlanjut. Ini mengkonfirmasi sinyal dari RSI dan MACD.
12. Bull/Bear Power (13) = -0.252
Sinyal: Jual
Indikator ini menunjukkan dominasi antara pembeli dan penjual. Nilai negatif menunjukkan bahwa penjual (bear) saat ini memegang kendali penuh atas pasar, yang selaras dengan sinyal bearish dari indikator lainnya.
Penting untuk Diingat:
-
Ini Bukan Jaminan: Indikator teknikal adalah alat bantu, bukan peramal. Mereka didasarkan pada data harga historis dan tidak menjamin pergerakan harga di masa depan.
-
Kerangka Waktu: Tidak disebutkan kerangka waktu (misalnya, 5 menit, 1 jam, harian) untuk analisis ini. Sinyal bisa sangat berbeda di berbagai kerangka waktu.
-
Konfirmasi: Selalu disarankan untuk mengonfirmasi sinyal dari satu indikator dengan indikator lain, atau dengan analisis fundamental.
-
Manajemen Risiko: Bahkan dengan sinyal "Sangat Beli", manajemen risiko (penggunaan stop loss dan take profit) tetap krusial.
2. Indikator Moving Average

Moving Average merupakan indikator lagging yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren dan potensi support/resistance berdasarkan harga rata-rata selama periode waktu tertentu. Dalam tabel di atas, digunakan MA dalam dua jenis:
-
Sederhana (Simple Moving Average / SMA)
-
Eksponensial (Exponential Moving Average / EMA)
Keduanya memberikan sinyal yang sinkron: Jual, mulai dari MA5 hingga MA200, menandakan bahwa tren bearish sangat kuat dan menyebar dari jangka pendek hingga panjang.
MA5 (SMA: 96.52 | EMA: 96.52) – Sinyal: Jual
MA5 mencerminkan rata-rata harga 5 hari terakhir. Harga saat ini berada di bawah kedua nilai ini, sehingga sinyalnya adalah jual. Ini berarti dalam jangka sangat pendek, pasar AUD/JPY mengalami tekanan jual yang signifikan.
MA10 (SMA: 96.60 | EMA: 96.57) – Sinyal: Jual
MA10 menunjukkan tren jangka pendek dalam 10 hari terakhir. Harga yang berada di bawah MA10 menunjukkan bahwa tekanan turun tidak hanya terbatas di 5 hari terakhir, tapi juga meluas ke 10 hari terakhir.
MA20 (SMA: 96.64 | EMA: 96.63) – Sinyal: Jual
MA20 digunakan oleh banyak swing trader sebagai garis penentu tren jangka pendek ke menengah. AUD/JPY yang berada di bawah level ini menunjukkan bahwa penurunan sudah mulai terjadi dalam dua hingga tiga minggu terakhir.
MA50 (SMA: 96.75 | EMA: 96.72) – Sinyal: Jual
MA50 mengukur tren dalam kurun waktu sekitar 2 bulan. Harga yang masih berada di bawah MA50 mempertegas bahwa AUD/JPY telah memasuki tren bearish yang cukup dalam.
MA100 (SMA: 96.83 | EMA: 96.73) – Sinyal: Jual
MA100 menandakan kondisi jangka menengah. Nilai SMA dan EMA-nya masih lebih tinggi dari harga saat ini, memperkuat bahwa pergerakan pasar memang sedang dalam mode distribusi atau koreksi yang luas.
MA200 (SMA: 96.62 | EMA: 96.64) – Sinyal: Jual
Ini adalah indikator paling jangka panjang di tabel, sering digunakan oleh investor untuk memisahkan kondisi pasar bullish dan bearish. Harga AUD/JPY yang berada di bawah MA200 mengindikasikan pergeseran tren besar ke arah bawah, dan bisa menjadi perhatian utama bagi investor jangka panjang.
3. Pivot Point

Berikut adalah penjelasan panjang dan mendetail mengenai indikator Pivot Points AUD/JPY berdasarkan tabel yang Anda lampirkan untuk tanggal 30 Juli 2025. Pivot point adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance penting berdasarkan harga sebelumnya.
Dalam gambar, kita melihat lima jenis metode perhitungan pivot yang ditampilkan: Klasik, Fibonacci, Camarilla, Woodie’s, dan DeMark’s.
1. Pivot Point Sentral
Hampir seluruh metode (Klasik, Fibonacci, Camarilla, dan Woodie’s) menempatkan Pivot Point utama (PP) di area 96.45, sedangkan DeMark’s memberikan nilai sedikit lebih rendah di 96.44. Artinya, zona ini menjadi level harga kunci yang dipandang pasar sebagai titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
-
Jika harga bergerak di atas 96.45, maka ada potensi pergerakan bullish atau tren naik.
-
Jika harga bergerak di bawah 96.45, maka dapat diinterpretasikan sebagai kecenderungan bearish atau tren turun.
Pivot Point ini juga menjadi area konsolidasi yang sering digunakan trader untuk menunggu konfirmasi breakout sebelum mengambil posisi.
2. Variasi Level Support dan Resistance
Metode Klasik
-
Support (S1–S3): 96.39, 96.33, 96.27
-
Resistance (R1–R3): 96.51, 96.57, 96.63
Metode Klasik menggunakan harga High, Low, dan Close sesi sebelumnya. Level ini banyak digunakan karena memberikan batas support dan resistance yang terukur dan stabil, cocok untuk swing dan intraday trader.
Metode Fibonacci
-
Support: 96.40, 96.38, 96.33
-
Resistance: 96.50, 96.52, 96.57
Fibonacci Pivot mengkombinasikan logika PP dengan rasio Fibonacci seperti 38.2% dan 61.8%. Ini membuat levelnya lebih responsif terhadap pergerakan minor dan cocok bagi trader yang mencari retracement atau pantulan.
Metode Camarilla
-
Support: 96.45, 96.44, 96.43
-
Resistance: 96.47, 96.48, 96.49
Camarilla terkenal dengan level yang rapat dan sensitif, sangat disukai oleh scalper dan day trader yang menargetkan breakout kecil dan cepat. S1–R1 biasanya jadi target pergerakan dalam hitungan jam.
Metode Woodie’s
-
Support: 96.39, 96.33, 96.27
-
Resistance: 96.51, 96.57, 96.63
Woodie’s mengandalkan bobot lebih pada harga penutupan. Secara umum, hasilnya mirip metode klasik namun lebih peka terhadap perubahan pada akhir sesi perdagangan. Cocok untuk membaca sinyal awal pembalikan.
Metode DeMark’s
-
Support: 96.36
-
Pivot: 96.44
-
Resistance: 96.49
DeMark’s hanya menampilkan satu level support dan satu resistance. Ia fokus pada harga pembukaan dan penutupan. Pendekatan ini cocok untuk trader konservatif yang hanya mencari satu titik entri dan satu titik exit kuat.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!


