English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp11.000 Hari Ini, Gara-Gara AS

Bloomberg Technoz · 643.7K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk, biasa dikenal dengan merek emas Antam, kembali turun terseret tren harga emas di pasar dunia yang juga lesu.

Melansir publikasi Antam, Jumat hari ini (25/7/2025), Antam menjual emas di harga Rp1.934.000 per gram, turun Rp11.000 dibandingkan harga emas kemarin.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam, juga turun. Banderol harga yang digunakan sebagai acuan bila seseorang ingin menjual emas simpanannya pada Antam, dibanderol di harga Rp1.780.000, juga turun Rp11.000 dibanding posisi harga kemarin. 

Penurunan harga emas Antam hari ini mengikuti tren pergerakan harga emas di pasar internasional. 

Pada penutupan perdagangan bursa New York, Kamis (24/7/2025) melemah 0,55% di level US$ 3.368,68 per troy ounce. Pada sesi perdagangan Asia hari ini, Jumat (25/7/2025), harga emas dibuka stagnan dan beringsut di kisaran US$ 3.369,31 per troy ounce.

Tadi malam, data klaim pengangguran AS diumumkan di mana angkanya mencatat penurunan untuk enam pekan beruntun. Ini menjadi tren penurunan klaim tunjangan pengangguran terpanjang sejak 2022 silam.

Initial jobless claims pada pekan yang berakhir pada 19 Juni tercatat sebesar 217.000 klaim, turun dibanding periode sebelumnya dan lebih kecil ketimbang perkiraan pasar.

Sedangkan klaim lanjutan tercatat sebesar 1,95 juta, stabil dibanding periode sebelumnya.

Aktivitas manufaktur AS juga tangguh. Indeks PMI manufaktur S&P Global negeri itu tercatat di angka ekspansi 54,6, naik dibanding bulan Juli sebesar 52,9 dan melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan akan ada penurunan indeks.

Di pasar swap, para traders akhirnya mengurangi ekspektasi penurunan bunga acuan The Fed, menjadi kurang dari dua kali penurunan pada tahun ini.

Di sisi lain, arus keluar dana pemodal dari ETF Tiongkok yang berbasis emas, juga membebani pasar komoditas ini, menurut Daniel Ghali, Senior Commodity Strategist di TD Securities, dilansir dari Bloomberg News.

Harga emas dunia sudah mencetak kenaikan sebesar 25% sepanjang tahun ini terutama didukung oleh ketidakpastian seputar perdagangan global akibat pendekatan agresif Presiden Donald Trump terhadap negara-negara mitra dagangnya. 

Konflik di Eropa dan Timur Tengah juga sempat melesatkan harga minyak dunia. Logam mulia ini mencatat rekor tertinggi baru pada April melampaui level US$ 3.500 per troy ounce.

Sementara harga emas Antam sepanjang tahun ini sudah naik 27,6% mengacu harga jual hari ini. Bagi investor yang membeli emasnya akhir tahun lalu, bila menjualnya di harga buyback hari ini, ia berpotensi mengantongi keuntungan 17,5%.