

Market Analysis
Bursa Asia Diramal Merah, Berseberangan dengan Reli Wall Street

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan melemah pada Jumat (25/7/2025), berbanding terbalik dengan reli Wall Street karena investor menyeimbangkan kinerja kuat sektor teknologi AS dengan ketidakpastian tarif dan suku bunga. Obligasi Treasury melemah dan dolar AS menguat.
Indeks berjangka saham Jepang, Australia, dan Hong Kong semuanya merah pada awal perdagangan Asia hari ini. S&P 500 naik tipis ke rekor baru pada Kamis (24/7/2025) waktu setempat, didorong oleh penguatan saham teknologi yang menutupi pelemahan lebih luas karena sebagian besar saham dalam indeks acuan tersebut turun.
Pergerakan ini didorong oleh kinerja kuat Alphabet Inc yang menjaga ekspektasi bahwa tren kecerdasan buatan (AI) akan terus berlanjut dan menguntungkan raksasa teknologi AS. Nvidia Corp mencapai rekor tertinggi baru. Saham berjangka AS dibuka menguat pada Jumat pagi setelah Intel Corp memberikan proyeksi penjualan yang optimis.
Di balik layar, data tenaga kerja yang kuat melemahkan ekspektasi akan segera terwujudnya pemotongan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan bank sentral pekan depan.
Pelaku pasar sedikit mengurangi taruhan pada penurunan suku bunga, memprediksi kurang dari dua kali pemotongan tahun ini, setelah klaim pengangguran AS turun selama enam pekan berturut-turut. Donald Trump mengatakan pemecatan Jerome Powell tidak "diperlukan," menyusul spekulasi baru-baru ini.
"Masih ada sedikit tanda-tanda keretakan besar di pasar tenaga kerja," kata Chris Larkin dari E*Trade di Morgan Stanley. "Dan jika gambaran itu tetap utuh, The Fed punya satu alasan lebih sedikit untuk memotong suku bunga."
Menjadi tanda kekhawatiran investor, indeks Russell 2000 yang terdiri dari saham kecil AS yang sensitif terhadap perubahan proyeksi ekonomi turun 1,4% pada Kamis. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik dua basis poin menjadi sekitar 4,4% dan imbal hasil obligasi dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan naik empat basis poin menjadi sekitar 3,9%.
Euro sedikit melemah terhadap dolar AS pada Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menahan suku bunga. Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bank sentral dalam mode "wait and see" mengingat ketidakpastian perdagangan AS.
Di Asia, investor akan memantau data inflasi Tokyo, produksi industri Singapura, dan cadangan devisa Thailand dan India pada Jumat. Jet tempur F-16 Thailand menyerang pos militer negara tetangga Kamboja seiring sengketa antara kedua negara berlanjut.

