English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Cara Trading USDCHF untuk Trader Pemula

Ocky Satria · 85.9K Views

Cara Trading USDCHF untuk Trader Pemula

Dalam dunia trading forex, pasangan mata uang mayor seperti USDCHF memiliki peranan penting karena mencerminkan kekuatan dua mata uang utama dunia Dolar Amerika Serikat (USD) dan Franc Swiss (CHF). Bagi Anda yang baru memulai perjalanan sebagai trader pemula, memahami karakteristik dan strategi trading USDCHF akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih bijak di pasar forex. Artikel ini akan membahas cara trading USDCHF dengan struktur pembahasan yang sistematis dan mudah dipahami.

Apa itu USDCHF?

USDCHF adalah simbol untuk pasangan mata uang yang memperdagangkan Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Franc Swiss (CHF). Dalam pasangan ini, USD berperan sebagai base currency dan CHF sebagai quote currency. Artinya, ketika harga USDCHF berada di 0.90, itu berarti 1 Dolar AS setara dengan 0.90 Franc Swiss.

Pasangan mata uang ini dianggap sebagai salah satu dari "major pairs" karena likuiditasnya yang tinggi dan sering digunakan dalam perdagangan global. USD dan CHF juga sering digunakan sebagai mata uang safe-haven, terutama CHF yang dikenal stabil di saat terjadi gejolak ekonomi atau geopolitik.

Baca juga: Belajar Dasar Pasangan Mata Uang USDCHF Sebelum Mulai Trading!

Karakteristik Trading USDCHF

USDCHF memiliki beberapa karakteristik unik yang perlu Anda ketahui sebelum memulai trading:

  1. Aman dan Stabil: Franc Swiss dikenal sebagai mata uang safe haven. Saat kondisi ekonomi global tidak menentu, investor cenderung membeli CHF, yang bisa membuat USDCHF melemah.

  2. Dipengaruhi oleh Berita Ekonomi AS dan Swiss: Data ekonomi penting seperti Non-Farm Payroll (NFP) dari Amerika Serikat atau keputusan suku bunga dari Swiss National Bank (SNB) sangat memengaruhi pergerakan harga USDCHF.

  3. Korelasi Terbalik dengan EURUSD: USDCHF sering kali bergerak berlawanan arah dengan EURUSD karena hubungan ekonomi antara zona Euro dan Swiss yang kuat. Ini penting untuk strategi diversifikasi.

  4. Volatilitas yang Relatif Rendah: Dibandingkan dengan pasangan lain seperti GBPUSD atau USDJPY, USDCHF cenderung lebih tenang. Ini cocok untuk pemula yang ingin belajar mengelola risiko secara perlahan.

  5. Waktu Aktif Terbaik: Pergerakan USDCHF paling aktif selama sesi London dan New York, terutama saat overlap antara kedua sesi tersebut (sekitar pukul 19:00 – 23:00 WIB).

Cara Trading USDCHF

Jika Anda seorang trader pemula yang baru saja mengenal dunia trading, langkah awal yang penting adalah memahami bagaimana menggunakan platform trading dengan benar. Banyak pemula tergesa-gesa terjun ke pasar tanpa memahami alat analisis dan manajemen risiko, sehingga rawan mengalami kerugian. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memulai dengan pendekatan yang aman dan sistematis.

Salah satu cara terbaik untuk belajar dan mencoba strategi trading adalah melalui program seperti Welcome Reward dari Dupoin, yang menawarkan reward hingga $100. Dengan akun promo ini, Anda bisa langsung melakukan aktivitas trading tanpa perlu menyetor dana terlebih dahulu. 

Klik Banner untuk informasi lebih lanjut terkait program Welcome Reward.

Perhatikan Teknikal Trading USDCHF

Gambar 1. Candlestick USDCHF interval 1H (tradingview)

Salah satu tools gratis yang sangat populer dan sering digunakan oleh trader untuk menganalisis grafik harga adalah TradingView. Dengan antarmuka yang ramah pengguna dan beragam indikator teknikal, platform ini sangat ideal untuk melakukan analisa pasar seperti pada grafik USDCHF di atas, yang diambil pada tanggal 24 Juli 2025 dengan interval waktu 1 jam (1H).

Berdasarkan chart USDCHF tersebut, terlihat bahwa harga mengalami tren menurun yang cukup kuat sejak pertengahan bulan Juli. Penurunan ini dimulai dari puncak harga di sekitar +0.20% kemudian bergerak tajam ke bawah hingga mencapai area -1.40%. Ini menandakan adanya tekanan jual yang dominan dalam beberapa hari terakhir.

Pola pergerakan juga menunjukkan adanya lower high dan lower low, sebuah karakteristik klasik dari tren bearish. Selain itu, volume volatilitas cukup tinggi ditandai dengan beberapa candle besar, menunjukkan aksi jual besar-besaran dalam waktu singkat. Jika Anda seorang trader pemula, ini bisa menjadi sinyal untuk menghindari entry beli jangka pendek, dan lebih fokus menunggu sinyal reversal atau koreksi teknikal.

Dengan menggunakan grafik di TradingView, Anda juga bisa menambahkan indikator seperti Moving Average atau RSI untuk memperkuat analisa teknikal Anda. Pastikan selalu mengkonfirmasi sinyal sebelum melakukan eksekusi, terutama dalam kondisi tren seperti ini.

Gambar 1. Candlestick USDCHF interval 1D (tradingview)

Untuk mendapatkan gambaran besar pergerakan harga USDCHF dalam jangka menengah hingga panjang dengan menggunakan interval 1 hari (1D). Chart di atas menunjukkan data hingga 24 Juli 2025, memperlihatkan arah tren yang sangat jelas.

Dari grafik tersebut, terlihat bahwa USDCHF mengalami tren turun (downtrend) yang kuat dan konsisten sejak Maret 2025. Pergerakan harga telah membentuk pola lower high dan lower low, sebuah tanda klasik bahwa tekanan jual mendominasi pasar. Bahkan, pada akhir Juli, harga berada di sekitar level -11% dibandingkan level tertingginya di awal tahun, menunjukkan depresiasi signifikan dari USD terhadap CHF.

Penurunan tajam ini kemungkinan dipicu oleh fundamental ekonomi yang melemah dari sisi Dolar AS, atau meningkatnya permintaan terhadap Franc Swiss sebagai aset safe-haven. Tidak hanya itu, volume candlestick yang besar dan panjang ekor bawah pada beberapa titik menandakan aksi jual yang agresif, namun dengan adanya buyer yang mencoba mempertahankan harga di area support tertentu.

Bagi trader pemula, penting untuk menyadari bahwa tren harian ini menunjukkan dominasi seller yang kuat. Maka dari itu, strategi yang lebih konservatif adalah menunggu harga memasuki fase konsolidasi atau membentuk pola pembalikan seperti double bottom atau bullish divergence pada indikator seperti RSI. Hindari entry beli jangka panjang sebelum ada konfirmasi reversal yang jelas.

Dengan menggunakan grafik timeframe 1D ini, Anda juga bisa menarik garis tren atau menambahkan indikator seperti Moving Average 50 dan 200 untuk melihat area resistensi dinamis yang mungkin menjadi hambatan saat harga mencoba rebound.

Analisis Indikator Teknikal USDCHF

Tabel indikator teknikal USDCHF pada tanggal 24 Juli 2025 dari situs Investing menunjukkan kondisi pasar yang sangat lemah dan memberikan sinyal dominan Strong Sell (Jual Kuat). Ini tercermin dari kombinasi 9 indikator teknikal utama yang sebagian besar memberikan sinyal jual. Berikut penjelasan makna dari masing-masing indikator:

Indikator

Nilai

Sinyal

Penjelasan

RSI (14)

41.47

Sell

RSI berada di bawah 50, menandakan dominasi tekanan jual, namun belum jenuh jual.

Stochastic (9,6)

22.236

Sell

Mendekati level oversold (<20), menunjukkan potensi tekanan jual masih aktif.

StochRSI (14)

20.703

Oversold

Di bawah 20, menunjukkan kondisi jenuh jual dan kemungkinan rebound teknikal.

MACD (12,26)

-0.001

Sell

Nilai negatif, mengindikasikan tren penurunan masih berlangsung.

ADX (14)

22.16

Sell

Di atas 20, mendukung validitas tren bearish yang sedang berlangsung.

Williams %R

-81.817

Oversold

Di bawah -80, menandakan harga dalam kondisi jenuh jual.

CCI (14)

-87.7173

Sell

Nilai negatif yang signifikan, menunjukkan harga di bawah rata-rata historis.

ATR (14)

0.001

Less Volatility

Pergerakan harga relatif tenang meski tren turun masih dominan.

Highs/Lows (14)

-0.0003

Sell

Harga saat ini lebih rendah dari kisaran 14 hari terakhir.

Ultimate Oscillator

45.542

Sell

Di bawah 50, menandakan dominasi tekanan jual.

ROC

-0.252

Sell

ROC negatif menunjukkan penurunan kecepatan harga.

Bull/Bear Power (13)

-0.0002

Sell

Nilai negatif menandakan kekuatan seller lebih besar dari buyer.

Mayoritas indikator memberikan sinyal Sell, sementara beberapa sudah memasuki area Oversold. Ini memperkuat potensi tren penurunan, namun juga membuka peluang koreksi jangka pendek. Trader disarankan menunggu konfirmasi pembalikan arah sebelum entry posisi beli.

Indikator Teknikal Moving Average

Moving Averages (MA) untuk pasangan mata uang USDCH, memberikan sinyal dari dua jenis Moving Average: Simple MA (SMA) dan Exponential MA (EMA) pada berbagai periode waktu.

Ringkasan Sinyal:

  • Total Buy: 2

  • Total Sell: 10

  • Summary: Sell → artinya tren secara umum masih turun (bearish).

Tabel Penjelasan Moving Average USDCHF

MA Periode

Nilai Simple MA

Sinyal SMA

Nilai Exponential MA

Sinyal EMA

Keterangan

MA5

0.7921

Buy

0.7921

Buy

Harga saat ini berada di atas MA5, menandakan potensi koreksi jangka pendek.

MA10

0.7923

Sell

0.7924

Sell

Harga sudah menembus ke bawah MA10, indikasi awal tekanan turun.

MA20

0.7929

Sell

0.7927

Sell

Kekuatan bearish mulai konsisten di bawah MA20.

MA50

0.7941

Sell

0.7943

Sell

Tren turun mulai terlihat stabil untuk jangka menengah.

MA100

0.7973

Sell

0.7961

Sell

Menunjukkan dominasi seller dalam beberapa bulan terakhir.

MA200

0.7988

Sell

0.7972

Sell

Harga tetap di bawah MA200, mengonfirmasi tren bearish jangka panjang.

Interpretasi

  • Hanya MA5 yang menunjukkan sinyal Buy pada SMA dan EMA, mencerminkan adanya kemungkinan koreksi teknikal atau rebound jangka sangat pendek.

  • Semua MA lainnya (MA10 hingga MA200) menunjukkan Sell, menandakan bahwa harga USDCHF terus bergerak di bawah rata-rata historis dalam berbagai periode.

  • Pola ini merupakan konfirmasi tren turun yang kuat dari jangka menengah hingga jangka panjang.

 

Meskipun terdapat sinyal jangka pendek yang mengarah ke pembalikan (pada MA5), tren dominan tetap bearish. Trader pemula sebaiknya lebih berhati-hati dan mempertimbangkan arah tren utama sebelum melakukan entry posisi beli.

 

Pivot Point

Pivot point adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial pembalikan arah harga (reversal) atau breakout. Terdiri dari:

  • Pivot Point (PP): Titik pusat utama.

  • S1, S2, S3: Support 1, 2, 3 – area potensi penahanan harga turun.

  • R1, R2, R3: Resistance 1, 2, 3 – area potensi penahanan harga naik.

Tabel ini menampilkan berbagai metode perhitungan pivot (Classic, Fibonacci, Camarilla, Woodie’s, dan DeMark’s), yang digunakan oleh trader untuk menentukan level-level support dan resistance kunci.

Interpretasi:

  1. Keseluruhan Pivot Point berkisar antara 0.7919 – 0.7920, menunjukkan bahwa harga USDCHF sedang berada di sekitar area konsolidasi kritis. Level ini bisa menjadi patokan apakah harga akan menembus ke atas (bullish) atau ke bawah (bearish).

  2. Resistance terdekat (R1) untuk sebagian besar metode berada di kisaran 0.7921 – 0.7923. Jika harga menembus level ini dengan volume kuat, kemungkinan harga akan lanjut naik ke R2 (sekitar 0.7924–0.7927).

  3. Support terdekat (S1) berada di kisaran 0.7914 – 0.7917, menjadi batas bawah yang bisa diuji bila tekanan jual meningkat.

  4. DeMark’s Method hanya memberikan satu level support dan resistance, menandakan pendekatan yang lebih sederhana, biasanya digunakan untuk breakout strategis.

Cara Menggunakan Informasi Ini untuk Pemula

  • Gunakan Grafik di TradingView untuk membaca arah tren USDCHF, baik dalam jangka pendek (1H) maupun jangka panjang (1D), agar Anda tahu kapan sebaiknya masuk atau menunggu.

  • Perhatikan Indikator Teknikal seperti RSI, MACD, dan Stochastic untuk mengenali apakah pasar sedang jenuh jual (oversold) atau masih dalam tekanan jual yang kuat. Ini bisa membantu Anda menghindari entry yang terlalu cepat.

  • Gunakan Moving Average (MA) sebagai alat bantu melihat kekuatan tren. Jika harga berada di bawah MA50 dan MA200, artinya tren masih bearish dan lebih aman hindari posisi beli jangka panjang.

  • Amati Pivot Point Harian untuk menentukan level support dan resistance. Ini berguna sebagai target harga dan area kemungkinan pembalikan arah (reversal).

  • Kombinasikan Semua Sinyal: Jangan hanya mengandalkan satu indikator. Sebaiknya konfirmasi dari grafik tren, sinyal indikator, dan level pivot sebelum entry.

  • Latihan dengan Akun Simulasi atau Program Welcome Reward dari Broker Dupoin agar Anda bisa praktik langsung tanpa risiko kehilangan uang. Anda bisa memanfaatkan reward hingga $100 untuk belajar secara real market.

  • Fokus pada Manajemen Risiko dengan selalu menentukan stop loss dan target profit yang realistis berdasarkan level teknikal yang telah Anda analisis.

 

Dari berbagai analisa teknikal yang telah dijelaskan, kondisi pasar USDCHF per 24 Juli 2025 secara keseluruhan menunjukkan tren bearish yang kuat. Hal ini ditandai oleh:

  • Pergerakan harga pada timeframe 1 jam dan 1 hari yang membentuk pola lower high dan lower low.

  • Mayoritas indikator teknikal memberikan sinyal Sell dan beberapa berada dalam kondisi Oversold, mengindikasikan dominasi tekanan jual namun mulai mendekati titik jenuh.

  • Moving Average dari berbagai periode (MA10 hingga MA200) secara konsisten menunjukkan arah turun, menguatkan sinyal tren jangka menengah hingga panjang.

  • Pivot Point menunjukkan harga berada di sekitar area kritis 0.7920, yang dapat menjadi level penting untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Bagi trader pemula, kondisi ini bisa menjadi kesempatan belajar penting untuk memahami dinamika tren dan momentum pasar. Namun, hindari tergesa-gesa mengambil posisi tanpa konfirmasi. Gunakan akun demo atau program Welcome Reward dari Dupoin sebagai langkah aman untuk latihan langsung di pasar nyata.

 

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!