

Market Analysis
Cara Setting Supertrend untuk Scalping, Intraday, dan Swing Trading

Kalau Anda sudah lama berkecimpung di dunia trading, pasti tahu betapa pentingnya bisa membaca arah tren pasar dengan cepat dan akurat. Nah, salah satu indikator yang bisa membantu Anda melakukan hal itu dengan lebih mudah adalah Supertrend. Indikator ini cukup populer karena tampilannya yang simpel dan sinyalnya yang mudah dipahami, bahkan untuk Anda yang masih pemula.
Di artikel ini, kita akan bahas lengkap cara kerja Supertrend, gimana cara menggunakannya, dan yang paling penting setting terbaiknya untuk gaya trading yang berbeda: scalping, intraday, dan swing trading.
Apa Itu Supertrend dan Cara Kerjanya

Supertrend adalah indikator tren yang dibentuk dari dua komponen utama: Average True Range (ATR) dan multiplier. ATR digunakan untuk mengukur seberapa besar volatilitas pasar, sementara multiplier adalah angka pengali yang menentukan seberapa jauh garis Supertrend ditarik dari harga.
Cara bacanya juga gampang. Kalau garis Supertrend muncul di bawah harga dan berwarna hijau, artinya tren sedang naik (bullish). Tapi kalau garis pindah ke atas harga dan berubah warna jadi merah, itu tandanya tren lagi turun (bearish). Perubahan warna inilah yang biasanya dijadikan sinyal buy atau sell.
Salah satu keunggulan utama Supertrend adalah visualnya yang sederhana. Anda nggak perlu terlalu banyak berpikir, cukup perhatikan pergerakan garis dan warnanya sudah bisa jadi panduan dasar untuk entry atau exit.
Baca juga: Strategi Trading dengan Cara Menggunakan Indikator Supertrend
Cara Menggunakan Supertrend di TradingView
Langkah-langkah Mengaktifkan Supertrend
-
Buka website TradingView dan login.
-
Buka chart instrumen yang ingin Anda analisis (misal: EUR/USD).
-
Klik ikon "Indicators" di bagian atas chart.
-
Ketik “Supertrend” di kolom pencarian.
Cara Setting Supertrend
Setelah menambahkan indikator, Anda bisa klik ikon "gear" (pengaturan) di indikator Supertrend untuk mengubah parameter seperti:
-
ATR Period: jumlah periode ATR yang digunakan.
-
Factor (Multiplier): pengali untuk menentukan jarak dari garis ke harga.
Setting Terbaik Supertrend Berdasarkan Gaya Trading
|
Gaya Trading |
Timeframe |
ATR Period |
Multiplier |
|
Scalping |
1–5 menit |
7 |
1.5 |
|
Intraday |
15–30 menit |
10 |
2.0 |
|
Swing Trading |
Harian (1D) |
14 |
3.0 |
1. Scalping (Timeframe 1–5 menit)
Untuk scalper yang membutuhkan sinyal cepat di timeframe pendek, setting yang sensitif terhadap pergerakan kecil sangat penting.
-
ATR Period: 7
-
Multiplier: 1.5
Setting ini membuat garis Supertrend lebih dekat ke harga, memberikan sinyal entry/exit lebih cepat, tapi lebih rawan false signal. Sebaiknya dikombinasikan dengan indikator tambahan seperti RSI atau MACD untuk konfirmasi.
Tips tambahan:
-
Gunakan di market yang likuid dan volatil seperti indeks atau crypto.
-
Batasi target profit dan stop loss ketat karena timeframe kecil rawan noise.
2. Intraday Trading (Timeframe 15–30 menit)
Trader harian membutuhkan keseimbangan antara sensitivitas sinyal dan kestabilan arah tren.
-
ATR Period: 10
-
Multiplier: 2.0
Setting ini cocok untuk menangkap pergerakan harian dalam 1-2 jam. Cukup stabil, dan tidak terlalu cepat memberi sinyal palsu. Baik digunakan di saham atau forex dengan volatilitas menengah.
Strategi yang bisa digunakan:
-
Entry saat harga menembus garis Supertrend dan ditutup di atas/bawah.
-
Exit saat arah garis berubah warna (merah/hijau).
3. Swing Trading (Timeframe Harian)
Swing trader mencari tren menengah 3–10 hari atau lebih. Diperlukan setting yang lebih stabil dan tahan false breakout.
-
ATR Period: 14
-
Multiplier: 3.0
Setting ini akan membuat garis Supertrend menjauh dari harga sehingga hanya sinyal besar yang dianggap valid. Cocok digunakan di pasar saham dan crypto dengan trend kuat.
Tips swing:
-
Padukan dengan support & resistance.
-
Cek tren mingguan untuk konfirmasi arah jangka menengah.
Klik Banner untuk informasi lebih lanjut terkait program Swap Promo.
Kelebihan dan Kekurangan Supertrend
Supertrend punya banyak kelebihan. Selain tampilannya yang bersih dan mudah dibaca, indikator ini juga cocok digunakan di berbagai instrumen, mulai dari saham, forex, hingga kripto. Karena berbasis tren, Supertrend paling efektif digunakan saat pasar sedang trending kuat.
Tapi tentu saja, nggak ada indikator yang sempurna. Supertrend cenderung nggak terlalu bagus kalau pasar lagi sideways atau datar-datar saja. Sinyalnya bisa membingungkan, bahkan kadang menghasilkan entry dan exit yang terlalu sering. Makanya, kalau Anda pakai Supertrend, akan lebih baik kalau dikombinasikan dengan indikator tambahan seperti volume, RSI, atau MACD buat bantu konfirmasi.
Jadi, Indikator Supertrend bisa jadi sahabat terbaik Anda dalam membaca tren pasar, asalkan Anda tahu cara mengaturnya sesuai gaya trading masing-masing. Untuk scalping, gunakan setting ATR 7 dan multiplier 1.5. Buat Anda yang main intraday, pengaturan ATR 10 dan multiplier 2.0 akan cukup seimbang. Dan buat Anda yang lebih suka strategi swing trading, pengaturan ATR 14 dan multiplier 3.0 adalah pilihan paling ideal.
Yang penting, jangan cuma mengandalkan satu indikator. Gunakan Supertrend sebagai panduan utama, lalu lengkapi dengan alat bantu lainnya untuk mengurangi risiko salah entry. Dan kalau masih ragu, coba dulu di akun demo sampai Anda benar-benar paham karakteristik indikator ini.
Nah, kalau Anda siap mengoptimalkan strategi trading Anda dengan indikator Supertrend, pastikan Anda trading di platform yang aman, legal, dan ramah untuk pemula maupun pro.
Yuk mulai trading bersama Dupoin buka akun sekarang dan rasakan pengalaman trading yang lebih transparan dan nyaman!
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!


