

Market Analysis
Harga Emas Malah Turun Usai AS Serang Iran, Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Padahal kondisi geopolitik sedang memanas, yang biasanya menjadi pengungkit harga sang logam mulia.
Pada Senin (23/6/2025) pukul 08:38 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 3.356,47/troy ons. Melemah 0,37% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Pada awal perdagangan, harga emas dunia sempat naik. Investor mencemaskan perkembangan di Timur Tengah. Akhir pekan lalu, Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke tiga fasilitas pengayaan uranium di Iran.
“Tujuan kami adalah menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir di Iran dan menghentikan ancaman dari negara pendukung teror nomor satu di dunia. Iran, penindas di Timur Tengah, harus mau berdamai. Jika tidak, maka serangan lanjutan akan lebih besar dan jauh lebih mudah,” demikian Trump, seperti diwartakan Bloomberg News.
Iran tidak tinggal diam. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyebut serangan AS “keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi panjang”.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi sedang penuh turbulensi, investor biasanya memilih emas sebagai sarana perlindungan.
Akan tetapi, sepertinya reaksi pasar tidak terlalu berlebihan. Tidak seperti serangan Israel ke Iran belum lama ini, yang membuat harga emas sempat melonjak.
“Memang ada risk-off (sikap menghindari risiko), tetapi tidak akan agresif. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi Iran dan perkembangan konflik ke depan,” kata Diego Fernandez, Chief Investment Officer di A&G Banco, seperti dikutip Bloomberg News.
Evgenia Molotova, Senior Investment Manager di Pictet Asset Management, menilai konflik di Timur Tengah cenderung bisa diredam. Sejauh ini, konflik bisa dilokalisir dan belum berdampak terhadap ekonom global.
“Satu-satunya yang bisa membuat konflik menjadi lebih serius adalah jika Selat Hormuz diblokade,” ujar Molotova, juga dikutip dari Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Bagaimana ‘ramalan’ harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu diwaspadai pelaku pasar?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51.
RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas tidak jauh di atas 50 sehingga boleh dibilang cenderung netral.
Namun indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 4. Jauh di bawah 20 yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Hari ini, harga emas sejatinya berpotensi naik. Target resisten terdekat ada di US$ 3.368/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US 3.387/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.
Sedangkan target support terdekat adalah US$ 3.349/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke arah US$ 3.328/troy ons.
