

Market Analysis
Tanda-tanda Perang Dunia 3 Muncul, Big Caps Berguguran

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan amat dalam mencapai kehilangan 2% ke level terendahnya 6.751 di perdagangan pagi hari ini, Senin (23/6/2025). Amblesnya saham-saham Big Caps turut jadi sebab, terutama saham Bank BRI, BCA hingga saham PTBA.
Sejak satu menit pembukaan perdagangan Sesi I IHSG langsung terperosok di zona merah dengan pelemahan yang semakin dalam. Adapun rentang perdagangan bergerak pada area level 6.833 sampai dengan terendah 6.751.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp3,58 triliun dari sejumlah 6,48 miliar saham yang ditransaksikan.
Tercatat hanya ada penguatan 96 saham, dan sebanyak 477 saham terjadi pelemahan. Sisanya 100 saham stagnan.
Saham-saham Big Caps menjadi pemberat IHSG pada perdagangan pagi hari ini, saham BBRI, BMRI, GOTO, AMRT hingga saham PTBA. Adapun saham konsumen non primer, saham teknologi, dan saham properti mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing-masing minus 2,33%, 2,12% dan juga 2,02%.
Saham-saham Big Caps lain turut jadi pemberat laju IHSG hingga menempati jajaran top losers:
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 12,31 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 9,55 poin
- Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 8,85 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 8,49 poin
- Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 5,14 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 4,59 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengurangi 4,35 poin
- Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) mengurangi 3,89 poin
- Bukit Asam (PTBA) mengurangi 3,71 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 2,89 poin
Turunnya saham big caps sejalan dengan pergerakan IHSG yang bahkan sempat dibuka anjlok hingga 2%. IHSG tertekan sentimen ketegangan Israel-Iran yang kini bergeser ke kekhawatiran pecahnya Perang Dunia 3.

