English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rupiah Dibuka Menguat Setelah Trump Pikir-Pikir Lagi Perangi Iran

Tim Riset Bloomberg Technoz · 59.1K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka menguat sesuai perkiraan di tengah adanya titik terang kepastian sikap Amerika Serikat (AS) akan potensi keterlibatan mereka dalam konflik antara Israel dan Iran. 

Rupiah dibuka menguat 0,18% di level Rp16.365/US$ pada Jumat pagi, hari terakhir perdagangan pekan ini. 

Penguatan rupiah mengikuti tren di regional Asia. Mayoritas mata uang Asia menguat dipimpin oleh won 0,55%, lalu peso 0,41%, ringgit 0,22%, dolar Singapura 0,15%, rupiah 0,14%, dolar Taiwan 0,12%, yuan Tiongkok 0,1%, yuan offshore 0,08% dan yen 0,07%.

Hanya baht saja yang masih tergerus di zona merah dengan pelemahan 0,05%. Penguatan mata uang Asia sejalan juga dengan gerak DXY yang melemah. Indeks dolar AS pagi ini masih bergerak di zona merah, di kisaran 98,63. 

Penguatan rupiah belum memberikan dorongan pada pasar saham domestik pagi ini. IHSG masih dibuka merah 0,29% dan makin tergerus ke level 6.932, mencerminkan penurunan 0,52% dibanding level kemarin yang juga sudah ambles hampir 2%.

Sedang di pasar surat utang negara, pergerakan harga SUN bervariasi cenderung terbatas. Tenor 10Y naik yield-nya 0,2 bps pagi ini kini di 6,748%. Sedangkan tenor 5Y stagnan di 6,395%. Tenor pendek 2Y naik 0,1 bps di level 6,160%.

Trump masih menimbang

Pasar diliputi kelegaan yang mungkin berumur pendek ditandai dengan pelemahan dolar, menyusul kabar terbaru dari Gedung Putih perihal sikap Presiden AS Donald Trump akan konflik di Timur Tengah.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan dia menerima pesan yang didiktekan oleh Trump bahwa "berdasarkan fakta bahwa ada kemungkinan besar negosiasi yang mungkin terjadi atau tidak dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan melakukannya atau tidak dalam dua minggu ke depan."

Sikap terbarunya menandakan langkah mundur setelah serangkaian retorika keras, termasuk tuntutan bagi penduduk Teheran untuk mengungsi, dan kepergiannya lebih awal dari pertemuan puncak G-7 pekan ini di Kanada untuk kembali ke Washington.

Leavitt mengatakan pernyataan Trump merupakan respons terhadap spekulasi media tentang "situasi di Iran." 

Dia menolak untuk menguraikan jadwalnya, termasuk tentang bagaimana dia memandang peluang keberhasilan pembicaraan lebih lanjut dengan Iran.

Pernyataan Trump itu melegakan pasar. Harga minyak mengurangi kenaikan setelah penjelasan Gedung Putih.

Terbaru, Rusia memperingatkan AS agar tidak melancarkan serangan pada Iran karena hal tersebut dapat secara drastis mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah. Peringatan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, pada Rabu (18/6/2025).

Dalam pernyataannya di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Ryabkov mengatakan bahwa Moskow mendesak Washington untuk tidak ikut campur secara langsung dalam konflik Iran-Israel.

"Langkah itu akan sangat mengacaukan seluruh situasi," kata Ryabkov kepada kantor berita Interfax seperti diberitakan Reuters, seraya mengecam rencana-rencana semacam itu sebagai “spekulatif dan dugaan semata.”

Teknikal rupiah
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi bangkit meski terbatas di kisaran sempit, mencermati sentimen global yang masih menghantui.

Rupiah berpotensi menguat hari ini menuju resistance terdekat pada level Rp16.360/US$ yang kemudian resistance potensial selanjutnya Rp16.310/US$ sampai dengan Rp16.300/US$ sebagai level paling optimis penguatan rupiah dalam tren jangka pendek, time frame daily.

Adapun nilai rupiah memiliki level support psikologis pada level Rp16.410/US$ dan Rp16.450/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengkonfirmasi laju support selanjutnya pada level Rp16.500/US$ dalam jangka pendek.