

Market Analysis
Konflik Israel–Iran Berlanjut, Dolar AS Tertekan Menjelang FOMC

Israel dan Iran terus saling menyerang selama akhir pekan. Namun, sejauh ini, ketegangan tidak menyebar ke seluruh wilayah dan Iran belum mengancam untuk memblokir Selat Hormuz, jalur strategis untuk lalu lintas minyak yang penutupannya dapat menarik AS ke dalam konflik.
Dolar AS (USD), yang menguat pada hari Jumat, didorong oleh aksi beli investor untuk keamanan, kembali kehilangan kekuatan. Ketidakpastian tarif dan kurangnya kemajuan dalam kesepakatan antara pemerintahan AS dan mitra dagangnya muncul kembali, membebani Greenback, dengan waktu yang semakin mendekati tenggat waktu 9 Juli.
Para investor juga memperhatikan Federal Reserve (Fed), yang akan memutuskan kebijakan moneternya pada hari Rabu. Suku bunga tidak mungkin berubah, tetapi data yang lemah baru-baru ini mungkin mendorong bank sentral untuk menunjukkan pergeseran dovish dalam nada pernyataannya, mempersiapkan untuk pemotongan suku bunga pada bulan September.
Greenback menghadapi tekanan tambahan ke bawah, didorong oleh data inflasi konsumen dan produsen yang lebih lemah dari yang diprakirakan, yang memperkuat ekspektasi terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve tahun ini. Sentimen Konsumen Michigan AS akan diperhatikan nanti di hari ini.
Meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan biaya pinjaman lebih lanjut pada tahun 2025 membuat Dolar AS (USD) tertekan di dekat level terendah tiga tahun yang dicapai Jumat lalu. Hal ini, pada gilirannya, seharusnya memberikan dukungan bagi harga Emas yang tidak berimbal hasil.
Selain itu, ketidakpastian terkait perdagangan yang terus berlanjut dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah seharusnya bertindak sebagai pendorong bagi pasangan XAU/USD, sehingga perlu diwaspadai oleh para pedagang bearish dan memposisikan diri untuk pergerakan pelemahan yang berarti.
Meningkatnya keyakinan bahwa BoJ akan tetap pada jalur normalisasi kebijakan di tengah inflasi yang meluas di Jepang seharusnya berkontribusi untuk membatasi pelemahan bagi JPY. Hal ini, bersama dengan munculnya beberapa aksi jual Dolar AS (USD), seharusnya membatasi kenaikan untuk pasangan mata uang USD/JPY.
Para pedagang mungkin juga menahan diri dari menempatkan taruhan agresif dan memilih untuk menunggu risiko acara utama bank sentral minggu ini – keputusan kebijakan BoJ dan FOMC, masing-masing pada hari Selasa dan Rabu.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.
