English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pasar Komoditas Bergolak: Minyak, Panel Surya, hingga Perak

Bloomberg · 498.3K Views

Bloomberg, Para pelaku pasar minyak yang sebelumnya memperkirakan akan terjadi kelebihan pasokan kini memiliki data konkret sebagai bukti: stok minyak global terus meningkat. Sementara itu, permintaan energi melonjak tajam di tengah pembangunan infrastruktur listrik yang memakan biaya besar—dan krisis kekurangan insinyur mulai terasa. Di China, pameran industri surya terbesar dunia digelar pekan ini, namun suasananya diprediksi suram. Di sisi lain, harga perak kembali bersinar.

Berikut lima grafik penting yang patut dicermati di pasar komoditas global awal pekan ini:

Minyak

Persediaan minyak mentah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir di berbagai belahan dunia. Lonjakan ini menjadi indikasi tekanan yang bisa ditimbulkan oleh peningkatan produksi OPEC+ terhadap pasar minyak global sepanjang tahun ini.

Menurut data dari Kayrros, lembaga pemantau inventaris global, stok minyak dunia naik sekitar 170 juta barel dalam 100 hari terakhir. Data dari OilX—unit dari konsultan Energy Aspects—juga menunjukkan peningkatan sejak Februari.

Stok minyak penting karena mencerminkan apakah produksi minyak saat ini melebihi atau justru kekurangan dibandingkan permintaan konsumen.

Energi

AS dan Eropa tengah mengalami lonjakan permintaan listrik yang turut mendorong investasi besar-besaran di infrastruktur pembangkit dan transmisi energi. Namun, jumlah tenaga kerja terampil untuk mendesain dan membangun fasilitas tersebut belum mampu mengimbangi kebutuhan.

Di AS, sekitar sepertiga dari 400.000 posisi insinyur baru yang dibuka setiap tahun tidak terisi. Kekurangan tenaga ahli ini memperlambat langkah menuju elektrifikasi penuh, berdampak pada keuntungan perusahaan, kestabilan jaringan listrik, dan upaya penanggulangan perubahan iklim.

Panel Surya

Industri panel surya di China memang mencatat pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, penurunan permintaan yang diperkirakan terjadi akan membayangi suasana di pameran surya terbesar dunia di Shanghai pekan ini.

Persaingan ketat antar produsen telah memangkas margin keuntungan, bahkan memaksa mereka menjual rugi. Proteksionisme yang semakin meningkat turut membatasi ekspor. Situasi ini diperkirakan akan makin sulit setelah gelombang pemasangan panel surya yang didorong kebijakan pemerintah mulai melambat di paruh kedua tahun ini.

Meski begitu, BloombergNEF masih memproyeksikan pertumbuhan tahunan instalasi surya sebesar 9%.

Perak

Setelah emas, kini giliran perak menjadi incaran investor. Harga logam putih ini menembus level psikologis US$35 per ons pekan lalu. Banyak pelaku pasar meyakini bahwa harga perak masih berpotensi naik, apalagi jika mendapat sebagian dari permintaan aset lindung nilai yang mendorong emas mencetak rekor tertinggi.

Permintaan industri terhadap perak juga tetap solid, dengan pasar diperkirakan mengalami defisit tahunan untuk tahun kelima berturut-turut. Selain sebagai aset keuangan, perak juga banyak digunakan di sektor industri—terutama dalam teknologi energi bersih seperti panel surya.