

Market Analysis
Dolar Bangkit dari Level Terendah, Harga Emas Global Tersungkur

Bloomberg, Harga emas turun karena dolar menguat menjelang data tenaga kerja AS yang akan dirilis akhir pekan ini, yang akan memengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed.
Harga emas batangan turun sebesar 0,9%, setelah mengalami lonjakan harian terbesar dalam empat pekan pada Senin (2/6/2025).
Indeks tenaga kerja, termasuk laporan lapangan kerja Mei, dijadwalkan akan dirilis pada Jumat (6/5/2025), sementara pasar memantau negosiasi perdagangan AS.
Harga emas naik lebih dari seperempat tahun ini, didorong oleh permintaan aset safe haven karena para investor meninggalkan aset-aset yang terdampak perang dagang, di mana hanya ada sedikit tanda-tanda kemajuan.
China mengklaim AS "sangat merusak" gencatan senjata baru-baru ini. Sementara itu, Uni Eropa memperingatkan tindakan balasan baru jika Presiden Donald Trump menindaklanjuti ancaman tarifnya.
Pekan lalu, Goldman Sachs Group Inc mengatakan investor sebaiknya beralih ke emas, selain minyak, sebagai lindung nilai terhadap inflasi dalam portofolio jangka panjang. Alasannya, emas memiliki daya tarik sebagai aset aman di tengah kekhawatiran akan kredibilitas institusi AS dan kemampuan minyak mentah untuk berlindung dari guncangan pasokan.

Harga emas spot turun 0,7% menjadi US$3.358,76 per ons pada pukul 10.50 pagi di London. Indeks Dolar Spot Bloomberg naik tipis 0,2%, setelah turun ke level terendah sejak 2023 pada Senin (2/6/2025). Harga perak, platinum, dan paladium juga turun.

