

Market Analysis
Harga Emas Sedang Turun, Saatnya Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia melemah pada perdagangan kemarin. Perkembangan dialog dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa menjadi sentimen negatif bagi harga sang logam mulia.
Pada Senin (26/5/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.347,3/troy ons. Turun 0,32% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Harga emas turun setelah berkurangnya minat pasar terhadap aset yang dipandang aman (safe haven asset). Sebab, sepertinya kini situasi sudah lebih baik.
Bloomberg News mengabarkan, Presiden AS Donald Trump sudah melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen. Pembicaraan itu membuahkan hasil positif.
AS sepakat untuk menunda tenggat waktu pembicaraan dagang dengan Uni Eropa. Awalnya, Trump menegaskan bakal mengenakan tarif bea masuk impor asal Uni Eropa sebesar 50% jika belum ada kesepakatan sampai 1 Juni.
“Kami berbicara dengan baik dan sepakat untuk memundurkannya,” ungkap Trump.
AS-Uni Eropa sepakat untuk memundurkan tenggat waktu dialog hingga 9 Juli. Tanggal yang sesuai dengan harapan Benua Biru.
“Eropa siap untuk mengintensifkan pembicaraan dan mencapai kesepakatan. Namun kesepakatan itu butuh waktu sampai 9 Juli,” tulis Von der Leyen dalam unggahan di X, akhir pekan lalu.
Dalam skema tarif resiprokal yang diumumkan Trump bulan lalu, impor dari Uni Eropa akan terkena tarif bea masuk 20%. Tarif ini sedianya akan berlaku mulai 9 Juni, saat ‘gencatan senjata’ 90 hari berakhir.
Kini, AS-Uni Eropa sedang intensif membahas soal tarif bea masuk tersebut. Jika tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan, maka arus perdagangan antar kedua wilayah bisa lebih lancar.
Perkembangan ini membuat pelaku pasar meninggalkan safe haven asset dan beralih ke aset-aset yang berisiko tetapi bisa memberikan keuntungan secara instan.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana proyeksi harga emas untuk hari ini? Apakah bakal turun lagi atau bisa bengkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertengger di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 57. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Namun, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 92. Sudah di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, rasanya investor perlu waspada karena ada kemungkinan harga emas bisa turun. Cermati pivot point di US$ 3.345/troy ons.
Dari pivot point tersebut, ada risiko harga emas akan menguji target support US$ 3.331/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 3.286/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.
Adapun target resisten terdekat adalah US$ 3.350/troy ons. Penembusan di titik ini bisa mengangkat harga emas menuju US$ 3.360/troy ons.

