

Market Analysis
Waswas Defisit AS Bengkak, Bursa Saham Asia Diprediksi Anjlok

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan jatuh hari ini, Kamis (22/5/2025), setelah pasar saham AS, obligasi pemerintah, dan dolar melemah karena kekhawatiran membengkaknya defisit Washington.
Indeks-indeks saham berjangka di Jepang, Australia, dan Hong Kong semuanya anjlok pada Kamis pagi. Indeks S&P 500 ditutup turun 1,6% pada Rabu, penurunan tertajam dalam sebulan. Indeks Nasdaq 100 melemah 1,3%. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik 11 basis poin dan dolar turun 0,3% karena yen, franc Swiss, dan emas menguat.
Kekhawatiran mengenai defisit anggaran AS membebani dolar. Para pedagang merujuk pada permintaan penjualan obligasi 20 tahun senilai US$16 miliar yang melemah, di mana kembali memicu kekhawatiran atas pinjaman pemerintah AS. Aksi ini mengurangi sentimen setelah aset-aset berisiko melonjak tajam selama bulan lalu dan mengungkap kekhawatiran struktural di pasar obligasi.
Obligasi pemerintah AS jatuh pada Rabu dengan utang jangka panjang menanggung beban karena imbal hasil 30 tahun naik 12 basis poin"Lelang obligasi 20 tahun yang lemah memicu pelemahan tambahan," kata Michael O'Rourke, Kepala Strategi Pasar JonesTrading.
"Ini sudah menjadi fokus sepanjang pekan yang dimulai dengan penurunan peringkat Moody's. Selain itu, ada perdebatan defisit/anggaran yang terjadi di tengah lingkungan ini."
Di Asia, para investor akan memantau won Korea setelah mata uang ini melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Media lokal melaporkan AS meyakini won yang relatif lemah merupakan penyebab mendasar surplus perdagangan Korea Selatan.
Di sisi lain, Baidu Inc membukukan kenaikan pendapatan yang mengejutkan setelah pemimpin pencarian internet China ini menangkis persaingan yang semakin ketat di bidang AI dan mendapat keuntungan dari permintaan komputasi akibat booming pengembangan AI China pasca-DeepSeek.
Kumpulan data yang akan dirilis di kawasan ini mencakup inflasi Malaysia dan Hong Kong, anggaran Selandia Baru, dan pengangguran di Taiwan. Pejabat Bank of Japan, Asahi Noguchi akan berpidato pada Kamis.
Di pasar komoditas, harga emas naik untuk sesi ketiga pada Rabu, didukung oleh melemahnya dolar dan kekhawatiran akan konflik di Timur Tengah. Harga minyak turun setelah naik dua pekan berturut-turut dalam persediaan minyak mentah AS. Sementara itu, Bitcoin sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa.
