

Market Analysis
Rupiah Jawara Dua di Asia Pagi Ini Kala 'Pesta' IHSG Berlanjut

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berhasil dibuka menguat pada pembukaan pasar spot hari ini, melenggang meninggalkan kisaran Rp16.500-an per dolar AS, seiring dengan reli yang berlanjut menguat di pasar saham domestik.
Rupiah spot dibuka menguat 0,27% di level Rp16.470/US$ dan selanjutnya melenggang di kisaran Rp16.454/US$. Secara teknikal, rupiah telah menembus level resistance terdekat dan berpeluang menjebol level resistance psikologis di Rp16.440/US$. Bila level itu tembus, rupiah bisa makin menguat di Rp16.400/US$ hari ini.
Penguatan rupiah mengikuti tren di kawasan Asia. Mayoritas mata uang Asia pagi ini menguat, dipimpin oleh baht yang melesat nilainya hingga 0,77%, rupiah mengekor di belakangnya dengan penguatan mencapai 0,46%, lalu ringgit 0,41%.
Kemudian yen juga menguat 0,36%, peso 0,27%, dolar Taiwan 0,26%, won Korsel 0,2%, dolar Singapura 0,16%, yuan offshore 0,11% dan yuan Tiongkok 0,09%. Hanya dolar Hong Kong yang masih melemah tipis pagi ini terhadap dolar AS. Indeks dolar AS masih stagnan melemah di kisaran 100,65.
Penguatan rupiah berlangsung didukung oleh sentimen pasar global yang membaik pasca data inflasi harga grosir AS dirilis tadi malam, bersama dengan kinerja penjualan ritel AS yang melemah, memperkuat skenario penurunan bunga acuan Federal Reserve pada bulan Juni atau Juli nanti.
Dari dalam negeri, hari ini Bank Indonesia akan menggelar lelang rutin Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang kemungkinan menunjukkan penurunan tingkat suku bunga lagi dengan nilai penyerapan lebih sedikit seiring dengan animo asing yang sudah mulai kembali ke pasar saham.
Surat utang stabil
Di pasar surat utang hari ini sentimen sedikit berbalik terdampak oleh penguatan ekspektasi penurunan bunga acuan global pasca data inflasi AS dirilis.
Berdasarkan data OTC Bloomberg, yield tenor pendek cenderung naik di mana tenor 2Y naik 0,1 bps pagi ini ke 6,290%. Sementara tenor di atas 3Y, yield-nya turun.
Tenor 5Y misalnya, terpangkas imbal hasilnya sedikit 0,6 bps. Bersama tenor 10Y yang turun 1,6 bps pagi ini. Begitu juga tenor 20Y yang juga turun yield-nya 1,4 bps.
Kelegaan pasar global pasca kesepakatan Tiongkok dan AS telah menurunkan animo investor di pasar pendapatan tetap. Sentimen risk-on menyala termasuk di pasar domestik dengan investor asing memborong saham dua hari beruntun dengan nilai net buy mencapai Rp4,45 triliun dalam dua hari.
Sedangkan di pasar surat utang negara, berdasarkan data terakhir, investor asing mengurangi sedikit posisi di Surat Berharga Negara (SBN) pekan ini sebesar Rp770 miliar per 14 Mei lalu.

