English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rupiah Bisa Lebih Baik Kala Pasar Global Bergerak Hati-Hati

Bloomberg Technoz · 32.6K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berpeluang memperbaiki kinerja dalam perdagangan di pasar spot hari ini, di tengah sentimen pasar global yang cenderung masih berhati-hati dengan volatilitas lebih sempit.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan naik sedikit 0,04% dini hari tadi di bursa New York, masih di kisaran 101,03. Pagi ini, indeks dolar AS bergerak melemah tipis di kisaran 100,99. Gerak dolar AS yang tak banyak fluktuasi itu memberi ruang pada rupiah di pasar offshore.

Rupiah NDF ditutup menguat 0,4% kemarin. Pada Kamis pagi ini, rupiah offshore stabil di kisaran Rp16.577/US$ seperti ditunjukkan data Bloomberg. Level itu lebih lemah dibanding posisi penutupan rupiah spot kemarin di Rp16.550/US$. 

Di pasar Asia pagi ini, mata uang bergerak variatif. Yen Jepang memimpin penguatan, diikuti dolar Singapura, won serta dolar Hong Kong dan yuan offshore. Sementara baht masih tergerus hingga 0,7% pagi ini, bersama ringgit yang juga melemah.

Rupiah mungkin akan terbebani oleh risiko tersendatnya arus modal di pasar surat utang seiring dengan terus melejit tingkat imbal hasil US Treasury, surat utang AS, yang kini menyentuh 4,045% untuk tenor pendek 2Y dan 4,538% untuk tenor acuan 10Y. Selisih imbal hasil surat utang RI dengan AS kini hanya tersisa 235 basis poin.

Namun, rupiah bisa mendapatkan dukungan dari animo asing yang mulai kembali ke bursa saham. Dalam perdagangan kemarin ketika IHSG mencetak kenaikan lebih dari 2%, asing membukukan net buy cukup besar, mencapai Rp2,8 triliun.

Rupiah juga bisa mendapatkan penguatan apabila rilis data kinerja perdagangan, ekspor impor, pada April memberikan kejutan positif. Konsensus pasar yang dihimpun oleh Bloomberg memperkirakan, ekspor RI pada April akan tumbuh 5,10%, membaik dibanding bulan sebelumnya sebesar 3,16%.

Sedangkan impor diprediksi tumbuh 6,54% dibanding bulan Maret yang tumbuh 5,34%. Pasar memperkirakan Indonesia akan membukukan surplus neraca dagang sebesar US$ 2,95 miliar, turun dibanding capaian bulan lalu yang mencapai US$ 4,32 miliar.

Badan Pusat Statistik sejatinya dijadwalkan menggelar konferensi pers siang nanti untuk mengumumkan kinerja dagang. Namun, pada Kamis pagi, berdasarkan informasi yang diterima oleh para jurnalis, BPS membatalkan agenda dan menunda rilis data kinerja dagang sampai awal bulan nanti bersamaan dengan pengumuman data inflasi bulan Mei. 

Analisis teknikal
Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan di zona merah menuju Rp16.580/US$ sampai dengan Rp16.600/US$, mencermati support kuat rupiah pada Rp16.650/US$.

Sementara trendline sebelumnya pada time frame daily menjadi resistance terdekat potensial pada level Rp16.510/US$. Kemudian, target penguatan lanjutan untuk kembali ke atas level Rp16.500/US$.

Apabila terjadi penguatan optimis di Rp16.480/US$ hingga Rp16.450/US$ dalam tren jangka pendek (short-term), maka rupiah berpotensi terus menguat dan uji resistance baru hingga Rp16.370/US$.

Sebaliknya, selama nantinya nilai rupiah bertengger di atas Rp16.700/US$ usai pelemahan, maka masih ada potensi untuk lanjut melemah hingga Rp16.800/US$ menyusul tekanan sebelumnya.