English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

IHSG Dibuka Naik 1,61 Persen Usai Libur, Nilai Tukar Rupiah Menguat

Kompas · 25.2K Views

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/5/2025). Sementara, mata uang garuda pagi ini melemah pada perdagangan pasar spot. Sebagai catatan, IHSG baru dibuka kembali setelah libur dalam rangka Hari Raya Waisak sejak Senin lalu.

Melansir data RTI, pukul 09.02 WIB, IHSG bergerak di posisi 6.942,81 atau naik 110,01 poin (1,61 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.832,80.

Sebanyak 329 saham melaju di zona hijau dan 96 saham di zona merah. Sedangkan 194 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,61 triliun dengan volume 2,07 miliar saham.

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dan China memberikan kemungkinan bahwa deeskalasi berpotensi terjadi dan diharapkan dapat terjadi dalam kurung waktu 90 hari.

Sebagai tanda dimulainya proses tersebut, tarif yang diberikan oleh AS kepada China akan diturunkan dari sebelumnya 145 persen menjadi 30 persen.

Di sisi lain, tarif China kepada AS ditetapkan dari sebelumnya 125 persen menjadi 10 persen. Hal tersebut menjadi sebuah salah satu hal yang sangat positif bagi pelaku pasar dan investor.

Menurut dia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan akan menguat hari ini setelah libur selama dua hari.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 6.800–7.000," kata dia dalam analisisnya, Rabu (14/5/2025).

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG telah menembus di bawah 6.824, menandakan adanya potensi koreksi lanjutan nantinya apabila gagal naik di atas 6.950.

Mengawali pekan ini, IHSG berpotensi memulai tren naik jangka pendek dengan menguji kembali area resisten 6.870-6.890.

"Level support IHSG berada di 6.765, 6.708, dan 6.640, sementara level resistennya di 6.891, 6.950, 7.041, dan 7.100. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral," terang dia.

Kemudian, bursa kawasan Asia hari ini mayoritas bergerak di zona merah, dengan Strait Times turun 0,40 persen (15,56 poin) di level 3.865,48, Shanghai Composite turun 0,04 persen (1,24 poin) di level 3.373,62.

Sementara, Nikkei 225 turun 0,48 persen (183,40 poin) di level 37.999,89, dan Hang Seng naik 1,28 persen (295,03 poin) di level 23.403,30.

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat.

Melansir data Bloomberg, pukul 09.13 WIB rupiah berada pada level Rp 16.585,5 per dollar AS atau menguat 41,50 poin (0,25 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 16.627 per dollar AS.

Pengamat Pasar Uang sekaligus Presiden Direktur Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan, kabar baik dari hasil negosiasi tarif AS dan China masih memberikan sentimen positif ke pasar keuangan. Hal ini juga membawa optimisme untuk negosiasi tarif dengan negara lainnya. Namun demikian di sisi lain, tarif impor dari Indonesia yang masih tinggi tentunya masih menjadi beban untuk ekonomi Indonesia.

Di samping itu, semalam data Inflasi konsumen AS bulan April yang menunjukkan hasil di bawah ekspektasi membantu menekan penguatan dollar AS yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Adapun, data inflasi yang masih dalam ekspektasi ini tidak akan memicu the Fed untuk menaikan suku bunga acuannya. "Potensi penguatan rupiah ke arah 16.450, dengan potensi pelemahan ke arah 16.550 hari ini," imbuh dia.