English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

AS-China 'Gencatan' Perang Tarif, IHSG Melesat 1,65% ke 6.945

Muhammad Julian Fadli · 7.4K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (14/5/2025), dibuka menguat. Pada pukul 9.02, indeks mencatat kenaikan 112,44 poin atau setara dengan menguat 1,65% ke level 6.945.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 2 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,57 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 86.989 kali.

Sebanyak 325 saham menguat, dan 91 saham melemah. Sementara, 202 saham tidak bergerak.

Untuk perdagangan hari ini, Rabu (14/5/2025), BRI Danareksa Sekuritas, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), menilai IHSG berpotensi bergerak positif dengan target resistance potensial berada pada level 6.900 sementara support terdekat berada pada level 6.700.

“Pasar diprediksi akan bergerak positif setelah ada kesepakatan tarif antara China dan Amerika Serikat,” sebut BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.

Sementara saham-saham pilihan versi BRI Danareksa Sekuritas hari ini adalah BTPS, SMRA, dan MIKA.

Kemudian MNC Sekuritas menyebut pada perdagangan kemarin IHSG menguat 0,07% ke posisi 6.832 disertai dengan munculnya volume pembelian. 

“Resistance: 6.986, 7.075,” mengutip riset MNC Sekuritas.

Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas hari ini adalah ISAT, INDF, MBMA, dan PTBA.

Lalu Phintraco Sekuritas melihat adanya kesepakatan dagang AS–China berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan IHSG.

Saham-saham pilihan Phintraco untuk hari ini adalah BBRI, SMRA, JSMR, ACES, dan TKIM.

AS–China sepakat untuk menurunkan tarif  selama 90 hari mulai Rabu hari ini. AS memangkas tarif terhadap China dari 145% menjadi 30%.

Begitu juga dengan China memangkas tarif terhadap AS dari 125% menjadi 10%. China juga akan mencabut berbagai langkah non tarif.

Adapun CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Menguatnya Bursa Wall Street seiring meredanya tensi perang dagang antara Amerika dan China diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu naiknya harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.750–6.670 dan resist 6.915–7.000,” analisis CGS International Sekuritas Indonesia pagi ini.

Saham-saham yang direkomendasikan CGS International Sekuritas Indonesia antara lain EXCL, TLKM, BBRI, BMRI, BBCA, dan MEDC dengan keseluruhannya dengan rating Buy.

Sementara Samuel Sekuritas menyarankan investor untuk menyimak sejumlah saham pilihan yaitu BBRI, TPIA, HEAL, INDF, INCO serta JPFA.