English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Kurs Dolar AS Perkasa Berkat Penurunan Tarif China

Analisa · 33.6K Views

Kurs Dolar AS Perkasa Berkat Penurunan Tarif China

Kurs Dolar AS menguat dalam semua pasangan mata uang mayor pada perdagangan hari Senin (12/5/2025). Indeks Dolar AS (DXY) sempat meningkat dua persen sampai level tertinggi satu bulan pada 0.8474, meskipun kemudian terkoreksi ke kisaran 0.8420-an saat memasuki sesi New York.

Negosiasi AS-China di Swiss pada akhir pekan lalu membuahkan hasil yang menggembirakan. Dalam tempo 90 hari ke depan, Amerika Serikat akan menurunkan tarif atas China dari 145% menjadi 30% dan China akan menurunkan tarif dari 125% menjadi 10%.

Hasil negosiasi jauh lebih baik dibandingkan perkiraan pasar sebelumnya, sehingga saham dan nilai tukar mata uang Amerika Serikat langsung melonjak sejak pembukaan pasar pekan ini. Para pakar berpendapat kesepakatan tersebut menandakan kemenangan China, sekaligus mengurangi risiko perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan dunia.

“Kemenangan besar bagi China jika (kesepakatan tersebut) terkonfirmasi. Hal ini membuat tarif kembali mendekati level sebelum Hari Pembebasan. Pasar akan mengabaikan masa tunda 90 hari, karena jelas bahwa tidak ada pihak yang mau menanggung penderitaan ekonomi (lebih lama lagi),” kata Simon French, Kepala Ekonom di Panmure Liberum.

“Meskipun pejabat AS dan China telah mengisyaratkan hasil positif dari negosiasi Jenewa pada hari Minggu, pemotongan tarif lebih besar dari yang kami perkirakan,” kata Antti Ilvonen, Analis Senior untuk Amerika Serikat di Danske Bank. “Setelah pengumuman hari ini, perkiraan dampak negatif pada PDB AS dapat berkurang hampir setengahnya menjadi hanya sekitar 0.5 persen.”

Sebagian analis menilai resolusi damai seperti ini dapat mendorong pemulihan Dolar AS lebih lanjut. Akan tetapi, sebagian analis lainnya tetap berpandangan bearish terhadap Dolar AS. Mereka beralasan kurs Dolar AS sudah telanjur terdepresiasi.

“Valuasi premium untuk USD bisa terkikis terus. Tren penguatan dolar selama beberapa tahun terakhir telah berakhir dan saya dapat melihat pelemahan lebih lanjut secara materiil mulai dari sini,” kata Josh Schiffrin dari Goldman Sachs.

Para trader dan investor bakal mengawasi implementasi penurunkan tarif ini serta negosiasi dagang selanjutnya. Selain itu, pasar juga akan kembali memerhatikan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Sejumlah rilis data ekonomi minggu ini kemungkinan bakal berdampak besar, antara lain laporan inflasi konsumen dan penjualan retail.