

Market Analysis
Wall Street Menguat, Investor Optimistis Perang Dagang AS-China Mereda

NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street ditutup positif pada perdagangan yang berakhir Rabu sore waktu setempat (Kamis pagi WIB).
Investor dan pelaku pasar berharap ketegangan perdagangan antara AS dan China dapat segera mereda. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga mengisyaratkan tidak berencana mencopot Ketua Bank Sentral AS Federal Reserve Jerome Powell dari jabatannya.
Indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 419,59 poin, atau 1,07 persen, dan ditutup pada 39.606,57.
Lalu, indeks S&P 500 naik 1,67 persen dan ditutup pada level 5.375,86.
Sementara itu, indeks Nasdaq Composite menguat 2,50 persen dan ditutup pada level 16.708,05. Sedikit catatan, ketiga indeks membukukan kenaikan berturut-turut.
Namun demikinan, rata-rata utama mengakhiri sesi jauh di bawah level tertinggi yang dicapai pada hari perdagangan. Pada Rabu pagi kemarin, indeks Dow naik lebih dari 1.100 poin, dan S&P 500 naik 3,44 persen.
Pada Selasa lalu, Trump menyatakan bersedia mengambil pendekatan yang tidak terlalu konfrontatif terhadap pembicaraan perdagangan dengan China, dengan mencatat bahwa tarif 145 persen saat ini terhadap impor China memang sangat tinggi.
Tarif impor untuk China tersebut mungkin akan turun secara substansial, tetapi tidak akan menjadi nol.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan pada hari Rabu bahwa kedua negara memiliki peluang untuk membuat kesepakatan besar.
Pemerintah AS disebut sedang mempertimbangkan untuk mengurangi tarif China antara 50-65 persen.
Saham-saham dengan eksposur lebih tinggi ke China yang telah dijual dalam beberapa minggu terakhir mengalami reli.
Ini termasuk saham-saham raksasa “Magnificent Seven” seperti Apple dan Nvidia, yang naik lebih dari 2 persen dan lebih dari 3 persen masing-masing.
Saham Tesla naik 5 persen juga karena pelonggaran tekanan tarif. Di sisi lain, CEO Elon Musk juga mengatakan waktunya yang digunakan untuk menjalankan Departemen Efisiensi Pemerintah Trump akan berkurang pesat mulau bulan depan.
Kemudian, para investor dan pelaku pasar menghela nafas lega karena Trump juga mengatakan tidak berniat memecat Jerome Powell, yang masa jabatannya sebagai ketua bank sentral AS Thr Fed akan berakhir pada Mei 2026.

