

Market Analysis
Wall Street Naik Tipis, Investor Masih Berharap Relaksasi Kebijakan Tarif AS
NEW YORK, KOMPAS.com - Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menghijau pada perdagangan yang berakhir Selasa sore waktu setempat (Rabu pagi WIB).
Indeks S&P 500 membukukan kenaikan tipis karena berharap kebijakan tarif AS punya cakupan yang lebih sempit.
Indeks S&P 500 naik 0,16 persen dan ditutup pada level 5.776,65.
Sementara indeks Nasdaq Composite naik 0,46 persen dan berakhir pada level 18.271,86.
Lalu, indeks Dow Jones Industrial Average menanjak sebanyak 4,18 poin atau 0,01 persen dan ditutup pada 42.587,50.
Para investor sebagian besar mengabaikan data keyakinan konsumen Maret yang dirilis hari Selasa lalu.
Data ini mencerminkan penurunan signifikan dalam prospek jangka pendek konsumen AS terhadap pendapatan, bisnis, dan kondisi pekerjaan.
Indeks keyakinan bulanan dari Conference Board turun menjadi 92,9, atau berada di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 93,5.
Ilustrasi saham.Ukuran ekspektasi masa depan turun menjadi 65,2, angka terendah dalam 12 tahun dan jauh di bawah level 80 yang dianggap sebagai sinyal resesi di masa mendatang.
Di samping itu, Wall Street akhir-akhir ini gelisah atas potensi kenaikan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi saat menunggu tarif timbal balik Presiden Donald Trump yang diperkirakan akan berlaku pada tanggal 2 April.
Presiden AS Donald Trump mengatakan adanya kemungkinan akan memberikan keringanan tarif timbal balik kepada banyak negara. Ia menambahkan bahwa bea masuk pada sektor tertentu, seperti farmasi dan otomotif, masih akan diberlakukan dalam waktu dekat.
Berita itu membuat pasar saham AS naik tajam pada hari Senin, dengan Dow melonjak lebih dari 600 poin, hari yang kuat dalam beberapa minggu yang sulit bagi pasar. Pada awal Maret, indeks S&P 500 ditutup dalam wilayah koreksi.

