English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Trump-Putin Sepakat Hentikan Serangan Energi Ukraina, tapi Tak Ada Gencatan Senjata

KOMPAS · 45.9K Views

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dalam panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Selasa (18/3/2025) sepakat untuk menghentikan serangan terhadap target energi Ukraina.

Meski demikian, Putin menolak gencatan senjata penuh kecuali Barat menghentikan semua bantuan militer untuk Ukraina.

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendukung gencatan senjata 30 hari pada infrastruktur energi setelah lebih dari tiga tahun perang yang melelahkan, sambil menuduh Putin masih berusaha untuk "melemahkan" negaranya.

Diketahui, percakapan yang sangat dinanti-nantikan selama lebih dari 90 menit itu gagal menghasilkan terobosan yang telah didorong Trump sejak dia kembali ke Gedung Putih pada Januari.

Trump memuji panggilan telepon itu sesuatu yang baik, namun dia bersikeras bahwa Trump memiliki "kesepakatan" dengan Putin untuk segera bekerja menuju gencatan senjata yang lengkap.

Serta penyelesaian yang lebih luas untuk perang yang telah berlangsung selama tiga tahun di Ukraina.

Gedung Putih mengatakan pembicaraan gencatan senjata yang lebih luas akan dimulai segera di Timur Tengah.

Rusia mengatakan Putin telah memerintahkan militernya untuk menghentikan serangan terhadap target energi Ukraina selama 30 hari.

Namun, Kremlin menegaskan, mereka masih jauh dari menerima gencatan senjata penuh selama 30 hari yang diusulkan Washington dan telah diterima Kyiv.

Rusia juga menggarisbawahi, kesepakatan apa pun bergantung pada tuntutan lama Rusia yang akan sulit diterima Kyiv dan Barat.

Pernyataan Kremlin menegaskan, syarat utama untuk perdamaian adalah penghentian total dukungan militer dan intelijen Barat terhadap militer Ukraina yang tengah berjuang.

Pernyataan itu juga menekankan, Kyiv tidak dapat mempersenjatai kembali atau memobilisasi selama gencatan senjata.

Satu-satunya hasil nyata lain dari pembicaraan itu adalah Rusia dan Ukraina akan menukar 175 tahanan masing-masing pada Rabu dan untuk rencana penyelenggaraan pertandingan hoki es antara pemain AS dan Rusia.

Ledakan terdengar dan sirene serangan udara meraung-raung di ibu kota Ukraina, Kyiv, beberapa jam setelah panggilan itu, wartawan AFP melaporkan.

Di Kyiv, Zelensky mengatakan Ukraina mendukung gencatan senjata energi tetapi membutuhkan lebih banyak "detail" dari Washington terlebih dahulu.

Moskwa telah melancarkan serangan yang menghancurkan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama perang, sementara Ukraina telah menggunakan pesawat nirawak untuk mengebom beberapa instalasi minyak Rusia.

Zelensky yang menerima gencatan senjata penuh dalam pembicaraan dengan AS di Arab Saudi minggu lalu juga mengecam Rusia karena keengganannya untuk mencapai kesepakatan.

"Mereka tidak siap untuk mengakhiri perang ini, dan kita dapat melihatnya," kata Zelensky, menambahkan tentang Putin bahwa seluruh permainannya adalah untuk melemahkan Ukraina.

Zelensky juga mengatakan, pasukan Ukraina akan terus bertempur di wilayah Kursk Rusia selama yang dibutuhkan, setelah beberapa hari kemajuan besar Rusia di wilayah yang sebagian direbut Kyiv tahun lalu.