English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Cetak Rekor di Tengah Kekhawatiran Ekonomi AS

Bloomberg Technoz · 787.8K Views

Ilustrasi emas batangan. (Bloomberg)

Sybilla Gross - Bloomberg News

Bloomberg Technoz, Harga emas melonjak ke rekor tertinggi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Kebijakan tarif agresif Presiden Donald Trump serta laporan inflasi yang lemah mendorong investor beralih ke aset-aset yang lebih aman.

Harga emas naik ke US$2.990,21 per ons, melampaui rekor sebelumnya yang dicapai pada Kamis dan Jumat pagi.

Lonjakan harga emas terjadi setelah data ekonomi AS menunjukkan inflasi di tingkat grosir stagnan pada Februari akibat penurunan tajam dalam margin perdagangan. Data ini memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, mengingat para pejabat AS tengah berupaya meredam tekanan harga yang terus berlanjut. Suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung harga emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun dan 30 tahun mencapai level tertinggi bulan ini, seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap obligasi pemerintah. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi AS juga menekan pasar saham. Emas mendapat dorongan tambahan setelah indeks S&P 500 mengalami koreksi sebesar 10% untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun pada Kamis, dengan sekitar $5 triliun kapitalisasi pasar terhapus sejak puncaknya pada Februari.

Sentimen pasar semakin tertekan setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif 200% pada anggur, sampanye, dan minuman beralkohol asal Eropa. Ia juga menegaskan tidak akan mencabut tarif baja dan aluminium yang mulai berlaku pekan ini, serta tetap melanjutkan rencana tarif balasan terhadap mitra dagang global yang akan diterapkan mulai 2 April.

Sejumlah bank meyakini kebijakan perdagangan Trump yang mengganggu pasar akan semakin mendongkrak harga emas. Macquarie Group memperkirakan harga emas bisa melonjak ke US$3.500 per ons pada kuartal kedua, sementara BNP Paribas SA menaikkan proyeksi harga rata-rata emas ke level di atas US$3.000 per ons.

Pada pukul 09.45 waktu Singapura, harga emas di pasar spot tercatat US$2.988,09 per ons, menuju kenaikan mingguan 2,7%. Indeks Bloomberg Dollar Spot bergerak stagnan. Harga perak turun tipis setelah menguat lebih dari 5% dalam tiga sesi sebelumnya, sementara harga platinum dan paladium mengalami kenaikan.